Lazio Berupaya Terus Menjauh dari Kejaran Inter

Selasa, 27 Okt 2026, 06:51 WIB

ROMA - Lazio mulai mengirim sinyal serius dalam perburuan gelar Serie A. Mengawali musim tanpa kekalahan dalam delapan pertandingan, tim berjuluk I Biancocelesti kini membidik kemenangan di kandang Sassuolo. Kemenangan dalam laga yang berlangsung Rabu (28/10) dini hari WIB itu akan membawa Lazio kembali ke puncak klasemen. Saat ini Lazio dan Inter sama-sama mengoleksi 22 poin.

Catatan positif Lazio juga menghidupkan kembali kenangan manis musim 1999- 2000 ketika mereka terakhir kali merebut Scudetto. Di laga lain, AS Roma dituntut meraih kemenangan saat menjamu Cagliari di Stadion Olimpico demi menjaga persaingan di papan atas yang kian ketat.

Ket. Foto: Gelandang Lazio asal Nigeria #07 Fisayo Dele-Bashiru (tengah) merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Stadion Allianz, di Turin pada 18 Oktober 2026. — Sumber: Marco Bertorello / AFP

Dua pertandingan ini menghadirkan tantangan berbeda bagi klub-klub ibu kota Italia. Lazio berusaha mempertahankan momentum positif untuk terus menekan para pesaing perebutan gelar. Sedangkan Roma harus segera mengubah hasil imbang dramatis pada akhir pekan menjadi kemenangan jika tidak ingin semakin tertinggal.

Lazio menjalani awal musim yang mengesankan. Untuk pertama kalinya sejak musim 1999-2000, ketika mereka akhirnya merebut Scudetto, I Biancocelesti melewati delapan pertandingan pertama Serie A tanpa kekalahan. Kemenangan 2-1 atas Parma di Stadion Olimpico, Sabtu, mengantarkan Lazio mengoleksi 22 poin dari delapan laga. Hasil itu melanjutkan kepercayaan diri mereka setelah sebelumnya membungkam Juventus 3-0 di Turin.

Konsistensi menjadi kekuatan utama Lazio. Mereka mampu mencetak sedikitnya dua gol dalam enam pertandingan terakhir. Ini juga memperlihatkan keseimbangan permainan yang membuat lawan kesulitan menembus pertahanan. Lazio bahkan menjadi satu-satunya tim di lima liga top Eropa yang belum kebobolan pada babak pertama. Catatan pertahanan mereka juga menjadi yang terbaik di Serie A.

Dengan performa tersebut, Lazio berangkat ke Reggio Emilia dengan modal kuat. Mereka belum gagal menang dalam pertandingan tandang sejak kekalahan dari rival sekota, Roma, pada Derby della Capitale Mei lalu. Rekor pertemuan pun berpihak kepada Lazio, yang memenangi empat dari enam duel terakhir melawan Sassuolo di Serie A.

Sebaliknya, Sassuolo sedang mengalami penurunan performa. Mereka hanya meraih satu poin dari empat pertandingan terakhir. Kekalahan 2-4 dari Frosinone, tim promosi, disusul kekalahan 0-2 di markas Como pada Sabtu, membuat posisi mereka semakin dekat dengan zona degradasi. Hingga kini, Sassuolo baru mengumpulkan delapan poin.

Saat menghadapi Como, Sassuolo kesulitan mengembangkan permainan. Mereka hanya melepaskan tujuh tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang. Catatan pertahanan juga menjadi persoalan karena Sassuolo belum pernah mencatatkan nirbobol di Serie A musim ini. Di bawah pelatih Alberto Aquilani, Sassuolo memang masih mampu menjaga rekor tak terkalahkan di kandang. Namun, performa tandang mereka jauh dari meyakinkan. Aquilani belum mempersembahkan kemenangan tandang sejak mengambil alih tim.

Sedangkan tren tanpa kemenangan di markas lawan telah berlangsung selama 11 pertandingan. Harapan Sassuolo untuk memperbaiki musim masih terbuka melalui Coppa Italia. Mereka dijadwalkan menghadapi Juventus pada babak 16 besar Desember mendatang. Namun, sebelum memikirkan kompetisi tersebut, Sassuolo harus menemukan cara menghentikan laju Lazio yang tengah berada dalam kondisi terbaik.

Dituntut Bangkit

Di ibu kota, Roma menghadapi ujian yang tidak kalah penting. Tim asuhan Gian Piero Gasperini menjamu Cagliari setelah melewati pertandingan penuh drama melawan Napoli yang berakhir imbang 3-3. Hasil itu memperpanjang catatan tak terkalahkan Roma di Serie A menjadi 15 pertandingan, tetapi sekaligus membuat mereka kehilangan kesempatan mendekati Lazio.

Roma kini tertinggal empat poin dari rival sekotanya tersebut. Mereka juga masih berada di belakang Inter dalam persaingan klasemen. Karena itu, kemenangan atas Cagliari menjadi keharusan apabila Roma ingin menjaga peluang bersaing dalam perebutan gelar.

Saat bertandang ke markas Napoli pada Derby del Sole, Roma sempat dua kali tertinggal dan tampak akan pulang tanpa poin. Meski menguasai sejumlah fase permainan dengan 24 tembakan, hanya empat upaya mereka yang tepat sasaran. Tiga di antaranya justru berbuah gol.

Ketika situasi semakin sulit, Gasperini melakukan perubahan yang menghidupkan kembali permainan timnya. Roma mampu mencetak dua gol dalam rentang lima menit melalui Leonardo Balerdi dan Matias Soule. Setelah kembali tertinggal, Balerdi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 untuk memastikan satu poin.

Daya juang tersebut menunjukkan karakter Roma, tetapi hasil imbang juga menegaskan pekerjaan rumah mereka. Meski memiliki pertahanan terbaik di Serie A dan belum kebobolan dalam laga tandang, Roma belum mampu menaklukkan sesama kandidat juara musim ini. Mereka juga bermain imbang melawan Como dan Inter.

Menghadapi Cagliari, keunggulan bermain di kandang harus dimaksimalkan. Rekor pertemuan di Stadion Olimpico memberi alasan bagi Roma untuk optimistis. Dalam empat musim terakhir, Cagliari tidak pernah mencetak gol ataupun meraih poin ketika bertandang ke markas Giallorossi. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.