BMKG: Musim Hujan akan Mundur akibat El Nino

Selasa, 27 Okt 2026, 17:17 WIB

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. Kondisi tersebut disebabkan oleh pemanasan suhu permukaan laut di atas normal atau dikenal dengan El Nino.

Demikian disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10). “Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 atau 30 hari,” imbuh dia.

Ket. Foto: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani — Sumber: RRI/Sugandi

Menurut Faisal, sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Sementara itu, puncak musim penghujan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Kondisi hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi, meskipun kondisi setiap wilayah berbeda-beda. Karena itu, BMKG meminta masyarakat bersiap untuk menghadapi musim kemarau yang lebih panjang.

"Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dalam durasi yang lebih pendek dengan sifat hujan normal, jadi kita harus bersiap mulai sekarang," ucap dia.

Faisal meminta masyarakat mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi basah seperti banjir bandang, banjir dan longsor saat musim hujan tiba. Belum lagi ancaman berupa kekeringan yang lebih lama karena mundurnya musim hujan.

"Ini yang perlu dwaspadai karena meski sifat hujannya normal, tetapi durasinya lebih pendek," ujar dia. "Kemudian pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan, bencana hidrometeorologi basah perlu diwaspadai bersama." ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.