Benarkah Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Jerawat? Dokter Kulit Ungkap Risiko yang Mengintai
Selasa, 27 Okt 2026, 00:05 WIBLONDON â Mengoleskan pasta gigi pada jerawat masih menjadi salah satu cara rumahan yang dipercaya dapat membuat benjolan di wajah cepat kempis. Namun, metode yang populer selama bertahun-tahun ini justru berisiko memperparah peradangan, mengiritasi kulit, hingga meninggalkan bekas.
Dokter kulit konsultan sekaligus profesor madya di Universitas Nottingham, Dr. Rosalind Simpson, menjelaskan bahwa jerawat terbentuk ketika kelenjar sebasea atau penghasil minyak tersumbat dan mengalami peradangan.
Proses tersebut melibatkan pori-pori yang tersumbat, peningkatan produksi sebum atau minyak kulit, serta perubahan pada Cutibacterium acnes, bakteri yang secara alami hidup di permukaan kulit.
Anggapan bahwa pasta gigi dapat mengatasi jerawat muncul karena sejumlah kandungannya, seperti soda kue dan alkohol, dinilai mampu mengeringkan kulit. Efek tersebut dapat membuat jerawat terlihat lebih kecil untuk sementara waktu.
Namun, menurut Simpson, kulit yang mengering tidak berarti jerawat telah teratasi.
âSatu atau dua bahan dapat mengeringkan kulit untuk sementara waktu,â kata Simpson, dikutip dari The Guardian, Senin (26/10).
Masalahnya, pasta gigi juga mengandung bahan yang tidak dirancang untuk merawat kulit berjerawat. Mentol dan sodium lauryl sulfate, misalnya, dapat memicu iritasi.
âBahan-bahan lain, seperti mentol dan sodium lauryl sulfate, sangat mengiritasi kulit dan dapat memperburuk masalah dengan meningkatkan peradangan serta memperparah jaringan parut dan perubahan pigmentasi,â ujarnya.
Artinya, upaya mengeringkan jerawat menggunakan pasta gigi justru dapat menimbulkan masalah baru. Selain memperparah peradangan, iritasi juga berpotensi meninggalkan bekas luka maupun perubahan warna kulit.
Alternatif yang Lebih Aman
Alih-alih menggunakan pasta gigi, Simpson menyarankan sejumlah pilihan perawatan yang memang ditujukan untuk menangani jerawat.
Salah satunya adalah plester jerawat hidrokoloid. Produk ini dapat membantu mengurangi ukuran lesi, kemerahan, dan peradangan pada jerawat tertentu.
Kompres hangat juga dapat digunakan untuk membantu merawat area yang mengalami masalah. Sebaliknya, kebiasaan memencet atau menekan jerawat sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekas luka.
Pilihan lainnya adalah produk perawatan topikal yang dijual bebas, seperti asam azelaik. Bahan ini digunakan dalam perawatan kulit untuk membantu mengatasi jerawat dan peradangan.
Namun, hasil perawatan jerawat tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Simpson menjelaskan bahwa perawatan topikal biasanya perlu digunakan secara konsisten selama sekitar 12 minggu untuk memperoleh manfaat anti-inflamasi yang optimal.
Karena itu, perawatan kulit yang rutin dan tepat lebih dianjurkan daripada mencoba metode rumahan yang berpotensi mengiritasi kulit.
Jika jerawat tidak kunjung membaik meskipun sudah menggunakan perawatan sederhana, berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah yang disarankan.
Simpson juga merekomendasikan Acne Support dan British Association of Dermatologists sebagai sumber informasi mengenai penanganan jerawat.
Kesimpulannya, pasta gigi mungkin membuat jerawat tampak lebih kering untuk sementara waktu, tetapi efek tersebut bukan bukti bahwa jerawat sedang disembuhkan. Menggunakan produk yang memang diformulasikan untuk kulit berjerawat merupakan pilihan yang lebih tepat.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.