• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Teknologi AI Berkembang Pe...

Teknologi AI Berkembang Pesat, Bagaimana UKM Menentukan Pilihan?

Senin, 26 Okt 2026, 19:48 WIB

JAKARTA — Kemudahan akses terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat teknologi ini semakin terjangkau bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, di tengah beragam solusi yang tersedia, perusahaan kini menghadapi tantangan baru, yakni menentukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan mampu memberikan manfaat nyata.

General Manager AMD untuk kawasan Asia Pasifik (APAC), Alexey Navolokin, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah posisi AI dalam dunia usaha. Jika beberapa tahun lalu AI masih terbatas pada eksperimen segelintir pihak, kini teknologi tersebut semakin mudah diakses dan mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Ket. Foto: Ilustrasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). AMD menyoroti pentingnya memilih teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Prosesor dengan neural processing unit (NPU) menawarkan alternatif pemrosesan AI secara lokal untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional UKM. — Sumber: AMD

“Persoalan utama perusahaan bukan lagi sekadar mendapatkan akses terhadap teknologi, melainkan menentukan pilihan yang tepat di tengah banyaknya perangkat dan solusi yang ditawarkan,” ujarnya melalui siaran pers pada Senin (26/10/2026).

Tidak semua teknologi sesuai dengan kebutuhan setiap UKM. Selain itu, besarnya investasi tidak selalu berbanding lurus dengan dampak yang dihasilkan bagi bisnis. Karena itu, proses pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan adopsi teknologi.

Perkembangan AI juga memperluas peluang pemanfaatannya di lingkungan kerja. Teknologi ini bergerak dari asisten yang merespons instruksi satu per satu menuju agentic AI, yaitu sistem yang dapat melakukan penalaran, mencari informasi, menggunakan berbagai perangkat, dan menjalankan rangkaian pekerjaan secara bertahap.

Bagi UKM, kemampuan tersebut berpotensi membantu mengotomatiskan pekerjaan rutin dan meningkatkan kapasitas kerja karyawan. Dengan demikian, karyawan dapat lebih banyak mencurahkan waktu untuk membangun hubungan dengan pelanggan, mengembangkan kreativitas, dan mengambil keputusan yang memberikan nilai lebih besar bagi perusahaan.

Infrastruktur Komputasi Kian Penting

Di sisi lain, transformasi digital mendorong peningkatan kebutuhan terhadap konektivitas, pengelolaan data, aplikasi, dan kemampuan perangkat. Ketika AI semakin terintegrasi dalam pekerjaan sehari-hari, kebutuhan akan sumber daya komputasi juga diperkirakan meningkat.

Navolokin menilai infrastruktur, khususnya kapasitas komputasi, menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemampuan perusahaan memanfaatkan AI.

Dalam konteks tersebut, AMD mengembangkan prosesor AMD Ryzen AI yang dirancang untuk mendukung integrasi AI pada perangkat komputer. Salah satu teknologi yang disertakan adalah neural processing unit (NPU), komponen yang memungkinkan sejumlah beban kerja AI diproses secara lokal pada perangkat tanpa sepenuhnya bergantung pada layanan komputasi awan (cloud).

Pemrosesan AI secara lokal dapat mendukung berbagai fungsi, seperti asisten cerdas, otomatisasi tugas, pemrosesan data secara real-time, dan peningkatan pengalaman pengguna. Pendekatan ini juga memberi perusahaan alternatif dalam menentukan cara menjalankan beban kerja AI sesuai kebutuhan operasional.

Menurut Navolokin, pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan bukan hanya performa, tetapi juga kemudahan penggunaan dan efisiensi. Perangkat dengan kemampuan AI terintegrasi diharapkan dapat membantu UKM memanfaatkan teknologi tanpa harus selalu menambah infrastruktur komputasi secara terpisah.

Menimbang Biaya dan Fleksibilitas AI

Aspek ekonomi menjadi pertimbangan lain dalam penerapan AI. Layanan AI berbasis cloud masih memiliki peran penting, tetapi penggunaan sejumlah layanan dan sistem agentic AI dapat menimbulkan biaya berulang berdasarkan tingkat pemakaian.

Sementara itu, pemrosesan AI secara lokal memberikan pilihan tambahan bagi perusahaan dalam menentukan beban kerja yang perlu dijalankan pada perangkat. Perusahaan dapat mempertimbangkan kemampuan komputasi, kecepatan respons, kendali atas data, serta biaya operasional jangka panjang sebelum menentukan solusi yang paling sesuai.

Navolokin menekankan bahwa pemanfaatan AI lokal tidak harus menggantikan layanan cloud. Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan secara saling melengkapi (hybrid), bergantung pada kebutuhan dan karakteristik pekerjaan.

“Bagi UKM, fleksibilitas ini penting karena setiap perusahaan memiliki skala usaha, sumber daya, dan prioritas yang berbeda. Pemilihan teknologi yang sesuai dapat membantu perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus menjaga efisiensi operasional,” ujarnya.

Integrasi AI dalam perangkat juga mengubah peran komputer di lingkungan kerja. Komputer tidak lagi hanya digunakan untuk menjalankan perintah, tetapi berpotensi membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan, mengotomatiskan proses, dan mendukung pengambilan keputusan.

Navolokin menilai adopsi teknologi semacam ini bukan sekadar peningkatan perangkat secara bertahap, melainkan keputusan strategis untuk membantu UKM beradaptasi dengan persaingan bisnis yang semakin ketat.

Pada akhirnya, tantangan perusahaan bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, melainkan menentukan solusi yang benar-benar mendukung pertumbuhan. Bagi UKM, keberhasilan adopsi AI bergantung pada kemampuan mengidentifikasi kebutuhan, memilih teknologi yang relevan, dan memanfaatkannya untuk menghasilkan nilai nyata bagi bisnis.

  • Teknologi AI
  • Komputasi Awan
  • agentic AI
  • AMD
  • Akal Imitasi
  • AMD Ryzen AI
  • Artificial Intelligence
  • Transformasi Digital
  • Teknologi Bisnis
  • NPU
  • Produktivitas Bisnis
  • Usaha Kecil dan Menengah

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.