Perkuat Inovasi dan Teknologi Digital, UMKM Harus Peka Membaca Peluang Pasar
Senin, 26 Okt 2026, 03:10 WIBJAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat inovasi dan kepemimpinan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital.
Wakil Sekretaris Umum Apindo, Aditya Warman, dalam keterangan pers di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan penguatan kapasitas pemimpin usaha penting agar UMKM mampu mempertahankan operasional, mengembangkan peluang, dan menciptakan nilai tambah.
Aditya menjelaskan kapasitas innopreneur mencakup empat aspek, yakni toolset, skillset, mindset, dan mental set. Ia menilai keempat aspek tersebut menjadi dasar penguatan kemampuan teknis, manajerial, inovasi, dan ketangguhan menghadapi perubahan.
Ia mengatakan pelaku UMKM perlu mampu membaca peluang pasar, memahami kebutuhan pelanggan, menggunakan data dalam pengambilan keputusan, dan menyusun strategi pertumbuhan usaha.
Selain kepemimpinan, ia menambahkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penting untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Apindo menilai penguatan sumber daya manusia perlu disertai pendampingan, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan itu, Apindo berharap UMKM mampu mengembangkan model bisnis adaptif, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi.
Peluang Baru
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma (UWKS) Surabaya, Ermatry Hariani, mengatakan, penguatan daya saing UMKM harus dimulai dari perubahan pola pikir pemilik usaha. UMKM jelasnya tidak cukup hanya mengandalkan produk yang laku, tetapi juga perlu punya kemampuan membaca perubahan pasar dan mencari peluang baru agar bisnisnya terus berkembang.
âUsaha yang hari ini ramai belum tentu kondisinya akan sama tahun depan. Selera konsumen berubah, pesaing tambah, dan cara orang belanja juga ikut berubah. Pelaku UMKM perlu terus mencari ide baru supaya produknya tetap menarik dan punya nilai lebih dibandingkan kompetitor,â katanya.
Erma menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital juga perlu diperluas. UMKM tidak cukup hanya membuka akun media sosial atau berjualan melalui marketplace, tetapi harus mulai memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki pengelolaan usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga memahami kebutuhan konsumen.
âBerjualan lewat internet itu baru langkah awal. Pelaku usaha juga perlu tahu produk mana yang paling laku, berapa keuntungan bersihnya, dan seperti apa kebiasaan pelanggannya. Data sederhana seperti itu bisa membantu mereka menentukan strategi, sehingga usaha bukan sekadar ramai pembeli, tetapi juga sehat secara keuangan,â katanya.
Selain kemampuan berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi, UMKM juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan perlu diikuti langkah konkret agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
âPelatihan akan lebih terasa manfaatnya kalau setelah acara ada pendampingan yang nyata. Mereka perlu dibantu mengembangkan produk, memperluas jaringan pemasaran, dan mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai. Banyak pengusaha kecil punya ide bagus, tetapi masih kesulitan mengembangkannya karena terbatas modal, pengalaman, atau akses ke pasar yang lebih luas,â pungkasnya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lahan Paruga Bakal Disulap, Pemkot Bima Minta Dana Segar Rp6,1 Miliar ke Pusat
-
Diwarnai Tiga Kartu Merah, Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia
-
PLN UID Jakarta Raya Sukses Nyalakan Listrik Serentak untuk 1.900 Pelanggan.
-
Russell Kembali ke Performa Terbaik, Ungguli Hamilton dan Rebut Pole Position GP Barcelona
-
Indosat Jalin Kerja Sama dengan Nokia untuk Tingkatkan Layanan Jaringan 5G
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.