Penumpang WiraWiri Surabaya Meningkat, Feeder Joyoboyo–Lakarsantri Kini Pakai Mikrobus Berkapasitas 24 Orang

Senin, 26 Okt 2026, 15:47 WIB

SURABAYA – Penumpang feeder WiraWiri Suroboyo di rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–Lakarsantri bakal mendapat daya angkut lebih besar. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengganti armada Gran Max berkapasitas 10 penumpang dengan mikrobus yang mampu membawa hingga 24 orang.

Sebanyak 18 mikrobus baru dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin (26/10), dengan satu unit tambahan disiapkan sebagai cadangan. Pergantian armada ini dilakukan untuk mengimbangi kebutuhan penumpang yang terus bertambah sekaligus meningkatkan efisiensi layanan transportasi umum.

Ket. Foto: Dari total armada feeder, sebanyak 89 unit merupakan Gran Max dan 18 unit HiAce. Sementara itu, armada bus terdiri atas 26 unit Suroboyo Bus, 23 bus medium, 17 bus Trans Semanggi Suroboyo, 12 bus listrik, dan dua bus tingkat. — Sumber: Istimewa

Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eni Sugiharti, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi berkala terhadap tingkat keterisian penumpang atau load factor di setiap rute.

“Setiap rute kami evaluasi secara berkala, termasuk tingkat keterisian penumpangnya. Dari hasil evaluasi di lapangan, kebutuhan di rute Lakarsantri cukup tinggi. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas kendaraannya agar bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujar Eni, Senin (26/10).

Jika sebelumnya kendaraan Gran Max hanya menyediakan kapasitas 10 penumpang, mikrobus baru dapat menampung 19 penumpang duduk dan lima penumpang berdiri. Dengan demikian, kapasitas angkut setiap kendaraan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Dishub menyiapkan total 19 unit mikrobus, terdiri atas 18 kendaraan operasional dan satu unit cadangan. Penentuan jenis kendaraan juga mempertimbangkan karakteristik jalan serta kondisi lalu lintas di sepanjang rute.

“Dengan kendaraan yang kapasitasnya lebih besar, daya tampung penumpang meningkat dan operasional bisa lebih efisien. Kami menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan rute agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” jelasnya.

Armada lama dialihkan ke rute lain

Penggantian kendaraan di rute Joyoboyo–Lakarsantri tidak berarti armada Gran Max yang lama dihentikan penggunaannya. Dishub akan mengalihkan kendaraan tersebut untuk memperkuat pelayanan di rute lain, termasuk kawasan Terminal Menanggal dan Terminal Manukan.

Dengan skema tersebut, mikrobus berkapasitas besar ditempatkan pada jalur yang membutuhkan tambahan daya angkut, sedangkan armada lama tetap dimanfaatkan untuk menjangkau penumpang di wilayah lain.

Sebelum penambahan mikrobus baru, Surabaya memiliki 107 unit feeder dan 80 unit bus untuk mendukung layanan transportasi umum.

Dari total armada feeder, sebanyak 89 unit merupakan Gran Max dan 18 unit HiAce. Sementara itu, armada bus terdiri atas 26 unit Suroboyo Bus, 23 bus medium, 17 bus Trans Semanggi Suroboyo, 12 bus listrik, dan dua bus tingkat.

Pengguna transportasi umum tembus tujuh juta

Peningkatan kapasitas feeder juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya merespons pertumbuhan penggunaan transportasi umum. Menurut data yang disampaikan Eni, jumlah pengguna transportasi umum di Kota Pahlawan sepanjang 2025 berada di kisaran tujuh juta pengguna.

“Kalau melihat grafik pengguna, kenaikannya cukup signifikan. Karena itu, kami terus mengevaluasi kapasitas kendaraan agar layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Dishub menilai penyesuaian armada perlu dilakukan secara berkala agar kapasitas kendaraan tidak tertinggal dari perkembangan kebutuhan masyarakat. Evaluasi tingkat keterisian penumpang menjadi salah satu dasar untuk menentukan rute yang membutuhkan penambahan kapasitas maupun pengembangan layanan.

Ke depan, Pemkot Surabaya juga merencanakan pengembangan jaringan transportasi umum melalui pembukaan 11 rute angkutan utama dan 30 rute feeder.

Angkutan utama berupa bus akan melayani koridor perjalanan besar, sedangkan feeder berfungsi menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur utama. Dengan jaringan tersebut, warga diharapkan lebih mudah menjangkau layanan transportasi umum untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Eni menjelaskan, pengembangan jaringan akan dilakukan dengan mengoptimalkan armada yang tersedia. Rute feeder dengan tingkat keterisian tinggi berpeluang ditingkatkan pelayanannya melalui skema Buy The Service (BTS). Sementara itu, armada yang tersedia melalui skema swakelola dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembukaan rute baru.

“Kami berharap bisa membuka rute-rute baru sesuai perencanaan. Armada yang ada akan kami optimalkan agar semakin banyak wilayah terjangkau dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

Penambahan mikrobus di jalur Joyoboyo–Lakarsantri menjadi salah satu langkah awal penyesuaian kapasitas layanan. Pemkot Surabaya berharap pengaturan armada dan pengembangan jaringan rute dapat membuat transportasi umum semakin mudah diakses oleh masyarakat.

  • Transum Wira Wiri Surabaya

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.