Komdigi: CKG Wartawan Senior Upaya Menjaga Semangat Pers Tanah Air

Senin, 26 Okt 2026, 14:25 WIB

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior menjadi penting, karena dengan kondisi yang sehat, mereka dapat meneruskan nilai-nilai dan kode etik jurnalistik ke wartawan muda guna menjaga semangat pers tanah air.

"Sebagai wartawan kita tuh sering banget lupa ngecek. Karena wartawan tuh selalu dikejar deadline, kemudian sudah pensiun yang memang kadang-kadang sakitnya tuh gak dirasa-rasa," kata Meutya dalam kegiatan CKG untuk wartawan senior di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (26/10).

Ket. Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) di Jakarta, Senin (26/10/2026). — Sumber: ANTARA

Dia menyebutkan bahwa sejak dulu, para wartawan menjaga agar pemberitaan sesuai fakta, mematuhi kode etik jurnalistik, dan menjaga perspektif dan mempertimbangkan baik dan buruknya dampak pemberitaan bagi masyarakat.

"Nah nilai-nilai ini saya rasa hadir dalam sosok beliau-beliau yang sudah senior ini yang kita harapkan dapat semangatnya terus ditularkan demi menjaga pers yang sehat di tanah air," ujarnya.

Dari sejumlah pengecekan yang sudah dilakukan, katanya, ditemukan bahwa ada sejumlah kondisi kesehatan para wartawan senior yang perlu atensi tambahan. Oleh Kemenkes, katanya, sudah diberikan tindak lanjut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI), Wahyu Muryadi menyebut bahwa ada lebih dari sekitar 175 yang mengikuti CKG itu. Terdapat beragam pengecekan yang diberikan, mulai dari deteksi tekanan darah, TBC, hepatitis, hingga kanker serviks.

"Program CKG hari ini mengusung tagline atau semboyan Wartawan Senior Sehat Negara Lebih Kuat Program ini hadir sekali lagi sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama antara Kementerian Kesehatan dan SWSI untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas langsung atau di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Wahyu mengatakan banyak di antara para wartawan itu mengalami hipertensi. Bagi wartawan senior yang membutuhkan tindak lanjut, diarahkan untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan.

"Nah kepada seluruh anggota SWSI yang BPJS Kesehatannya mati, tidak aktif, kami siap membantu selama setahun ke depan," katanya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam CKG kali ini, wartawan paling senior yang datang umurnya mencapai 86 tahun. Hal itu, katanya, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di mana pemerintah berupaya meningkatkan usia harapan hidup dari 72 ke 76 tahun.

Dengan CKG, katanya, berbagai faktor risiko dapat dideteksi lebih awal, sehingga bisa dicegah agar tidak sampai memburuk menjadi empat penyebab kematian terbesar.

"Nah gimana caranya, kita cari penyakit apa sih yang paling banyak membuat orang meninggalnya cepet. Nomor 1 stroke, nomor 2 jantung, nomor 3 kanker, nomor 4 ginjal," katanya.

  • Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.