- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gelombang Protes Biaya Hid...
Gelombang Protes Biaya Hidup Guncang Eropa, Ribuan Orang Ditangkap
Senin, 26 Okt 2026, 01:00 WIBParis - Gelombang demonstrasi menentang tingginya biaya hidup, krisis perumahan, dan kenaikan belanja militer memicu bentrokan di sejumlah negara Eropa pada akhir pekan. Di Prancis, polisi menangkap 1.314 orang dan 53 petugas terluka, sementara aksi di Portugal dan Italia juga diwarnai bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Kementerian Dalam Negeri Prancis, seperti dilansir AFP, Minggu (25/10), menyatakan penangkapan tersebut terjadi setelah kekerasan pecah di sejumlah lokasi di sekitar demonstrasi besar-besaran di kota-kota utama pada Sabtu (24/10).
Kerusuhan itu menjadi yang kedua dalam dua akhir pekan berturut-turut di Prancis, menjelang pemilihan presiden pada April dan Mei untuk menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron, yang akan mencapai batas maksimal dua periode masa jabatan.
Kementerian Dalam Negeri mencatat polisi menangani 75 insiden kebakaran selama demonstrasi dan menemukan 24 toko dijarah. Sejumlah penyelidikan telah dibuka, sedangkan situasi pada sisa malam setelah bentrokan mereda dilaporkan berlangsung tenang.
Pernyataan kementerian tidak menyebutkan jumlah demonstran yang terluka. Namun, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez pada Sabtu malam mengatakan dua demonstran mengalami luka serius, masing-masing di Toulouse dan Clermont-Ferrand.
Pemerintah daerah Toulouse menyebut seorang pria berusia 20 tahun mengalami luka serius pada tangan. Seorang tenaga medis jalanan yang merawat demonstran mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa pria tersebut kehilangan beberapa jari tangan kanannya akibat ledakan.
Tenda Demonstran Portugal
Di Portugal, polisi kembali membongkar tenda-tenda yang didirikan demonstran untuk memprotes melonjaknya harga perumahan di Lisbon dan Porto pada Minggu dini hari. Para pengorganisasi aksi mengecam tindakan aparat yang mereka nilai brutal.
Melalui platform X, kepolisian Portugal menyatakan petugas telah turun tangan untuk mengakhiri perkemahan yang dinilai ilegal. Setelah dialog berakhir, operasi tersebut berujung pada penangkapan 31 orang atas dugaan ketidakpatuhan.
Polisi melaporkan 11 orang terluka, terdiri atas delapan warga sipil dan tiga petugas, serta 171 struktur tenda dan bangunan sementara dibongkar. Namun, para pengorganisasi aksi, seperti dikutip media Portugal, menyebut 37 demonstran terluka akibat operasi tersebut, sebagian besar di Lisbon.
Para demonstran menuding pemerintah gagal mengatasi krisis perumahan dan menentang rencana reformasi aturan sewa yang dinilai mempermudah pengusiran penyewa. Aksi serupa juga berlangsung di Spanyol, dengan tenda-tenda demonstran telah berdiri selama beberapa pekan di pusat Madrid.
Bentrokan di Italia
Sementara itu, demonstrasi di Italia pada Sabtu (24/10) menyoroti kenaikan biaya hidup, belanja militer, dan pengeluaran persenjataan. Bentrokan antara demonstran dan polisi dilaporkan terjadi di sejumlah kota, menurut media setempat.
Di Bologna, bentrokan pecah pada Sabtu malam, menurut harian Corriere della Sera. Layanan medis darurat menerima 17 panggilan bantuan, sementara enam orang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Di Roma, demonstrasi antiperang dimulai dari Piazza della Repubblica pada Sabtu sore, menurut kantor berita ANSA. Bentrokan terjadi di pusat kota pada malam hari sehingga polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Di Turin, demonstran yang terutama memprotes kenaikan belanja militer dan harga bahan bakar terlibat bentrokan dengan polisi. Sejumlah demonstran melemparkan kembang api dan botol ke arah petugas, yang kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata.
- Gelombang demonstrasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.