Wisatawan Lokal Dukung Ekonomi Pariaman Saat Kabut Asap
Minggu, 25 Okt 2026, 16:07 WIBPARIAMAN -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyebut kunjungan wisatawan lokal ke sejumlah objek wisata di daerah ini membantu menggerakkan perekonomian pedagang kuliner dan pelaku usaha lainnya di tengah kabut asap yang mempengaruhi kunjungan wisatawan.
Kepala Disparbud Kota Pariaman Ferialdi, di Pariaman, Sabtu, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan menurun akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Meski demikian, wisatawan lokal masih mengunjungi sejumlah destinasi wisata di daerah itu.
"Kunjungan wisatawan memang menurun akibat kabut asap, tapi wisatawan ada walaupun wisatawan lokal," katanya lagi.
Ia mengatakan wisatawan lokal masih menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas pariwisata, terutama di destinasi yang menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Menurut dia, kunjungan tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang berusaha di sekitar kawasan wisata, seperti pedagang makanan dan minuman.
Ferialdi mengatakan kondisi cuaca dan kualitas udara turut mempengaruhi kenyamanan wisatawan saat melakukan perjalanan ke Pariaman. Dampaknya, kunjungan wisatawan dari luar Sumatera Barat mengalami penurunan dibandingkan sebelum kabut asap menyelimuti wilayah tersebut.
"Sebelum kabut asap, kunjungan wisatawan ke Pariaman dari dalam dan luar provinsi banyak setiap pekannya," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus mencermati perkembangan kondisi lingkungan dan dampaknya terhadap aktivitas pariwisata, agar upaya promosi destinasi dapat disesuaikan dengan situasi yang berlangsung.
Di tengah kondisi tersebut, pihaknya mengimbau wisatawan yang berkunjung agar memperhatikan kesehatan, terutama anak-anak, dengan menggunakan masker saat berada di kawasan yang terdampak kabut asap.
Wisatawan asal Kabupaten Padang Pariaman Yulisa Fitri mengatakan dirinya bersama keluarga mengunjungi sejumlah objek wisata di Pariaman ketika kondisi kabut asap mulai terlihat membaik.
"Kalau kabut asap kembali terlihat pekat, kami tidak akan pergi," ujarnya lagi.
Ia mengatakan keluarganya tetap menggunakan masker meskipun kondisi udara terlihat membaik untuk mengurangi risiko dampak paparan kabut asap yang telah menyelimuti wilayah tersebut selama hampir dua bulan.
Di sisi lain, pedagang kuliner di kawasan Pantai Gandoriah, Mawar, mengatakan kabut asap turut mempengaruhi pendapatannya. Namun, ia masih melayani pembeli yang datang berkunjung ke salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Pariaman tersebut.
"Penjualan memang menurun, tapi pembeli masih ada karena adanya wisatawan lokal," katanya lagi.
Dia mengatakan pula bahwa dirinya bersama pedagang lainnya tetap membuka usaha meskipun mengurangi jumlah dagangan untuk menyesuaikan dengan kondisi penjualan selama kabut asap.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.