Asap Mengancam Kebun, Petani Solok Khawatir Produktivitas Hortikultura Merosot
Minggu, 25 Okt 2026, 21:00 WIBSOLOK â Kabut asap yang menyelimuti wilayah Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dikeluhkan petani karena berdampak terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura, terutama bawang merah, yang mengalami penurunan ukuran umbi saat panen.
Salah seorang petani bawang merah Andi (48) di Alahan Panjang, Minggu (25/10), mengatakan hasil panen kali ini mengecewakan karena ukuran umbi yang dihasilkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan panen sebelumnya ketika tanaman tidak terdampak kabut asap.
Menurut dia, penggunaan pupuk kimia untuk mendukung pertumbuhan tanaman belum memberikan hasil sesuai harapan di tengah kondisi cuaca yang menghambat masuknya cahaya matahari.
Petani tersebut juga mengeluhkan tingginya harga pupuk kimia yang menjadi salah satu komponen biaya produksi bawang merah, sementara hasil panen yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Di sisi lain, harga jual bawang merah mengalami penurunan, terutama untuk hasil panen dengan ukuran umbi yang lebih kecil. Kondisi itu membuat petani menghadapi tekanan dari biaya produksi yang tinggi dan pendapatan yang berkurang.
Ia menyebutkan bawang merah hasil panennya yang didominasi umbi berukuran menengah dan sedang hanya dapat dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram.
Petani lainnya, Adri (39) juga menilai bahwa kondisi tersebut menambah tantangan bagi petani hortikultura di kawasan Alahan Panjang yang mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber pendapatan, terutama ketika kualitas dan ukuran produk tidak sesuai dengan permintaan pasar.
Selain bawang merah, tanaman hortikultura lain seperti cabai, tomat, mentimun, serta sayuran daun juga berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan apabila paparan kabut asap mengurangi intensitas cahaya matahari dalam waktu berkepanjangan.
Ketersediaan cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis, yakni proses tanaman menghasilkan energi untuk mendukung pertumbuhan batang, daun, akar, serta pembentukan bunga dan buah.
Pada tanaman cabai dan tomat, keterbatasan cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan vegetatif dan perkembangan bunga maupun buah. Dampaknya bergantung pada tingkat pengurangan cahaya, lamanya paparan, serta kondisi tanaman.
Sementara itu, pada sayuran daun seperti sawi dan selada, kurangnya cahaya dapat memperlambat pertumbuhan dan mengurangi bobot segar tanaman sehingga berpotensi mempengaruhi jumlah serta mutu hasil panen.
Gangguan pertumbuhan tersebut juga dapat berdampak pada nilai jual produk hortikultura. Perbedaan ukuran, warna, dan penampilan hasil panen berpotensi mempengaruhi harga yang diterima petani sesuai dengan standar dan permintaan pasar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi mengatakan kabut asap berpotensi mempengaruhi pertumbuhan tanaman apabila mengurangi intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis.
Namun, untuk memastikan pengaruhnya terhadap ukuran umbi bawang merah di Alahan Panjang, perlu dilakukan pengamatan langsung terhadap kondisi tanaman dan lingkungan pertanian.
Ia mengatakan penurunan ukuran umbi bawang merah juga dapat dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti ketersediaan air, kondisi unsur hara, varietas yang ditanam, serangan hama dan penyakit, serta teknik budidaya yang diterapkan petani.
âPetani perlu melakukan pemantauan kondisi tanaman dan berkonsultasi dengan penyuluh pertanian untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai. Penggunaan pupuk juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman agar biaya produksi dapat dikelola secara efektif,â ujarnya.
Terkait penurunan harga jual, pihaknya perlu memantau perkembangan harga bawang merah di tingkat petani dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi pasar serta kendala yang dihadapi petani.
- Solok
- dampak asap karhutla
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pedagang Minta Revitalisasi Pasar Ciroyom Diakselerasi
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
Walkot Bandung Farhan Kecam Tindakan Kekerasan pada Rombongan Persib U-18 di Batang
-
Pastikan Sehat, Kondisi Mental Petugas Kesehatan Kota Tangerang Dicek
-
DPR Minta Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Paparan Asap Sudah Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.