Semarang Siap Jadi Pusat Perfilman, Ini Langkah Pemkot Kembangkan Industri Film
Sabtu, 24 Okt 2026, 03:03 WIBSEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mendorong tumbuhnya ekosistem perfilman, salah satunya dengan menggelar festival film pendek bertajuk Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) yang kini telah memasuki tahun kedua.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Jumat malam, mengatakan LOFF bertujuan untuk menggairahkan para sineas muda berkreasi membuat film.
"Katanya para expert, film-film yang masuk sebagai finalis itu bagus banget semua," kata Agustina pada acara Malam Anugerah LOFF 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.
Dengan ekosistem perfilman yang tumbuh, menurut dia, akan semakin memperkuat citra Semarang sebagai kota sinema.
"Sinema itu tidak hanya produksi film, tidak hanya menjadi setting film, tidak hanya menciptakan dan artis dari Kota Semarang. Tidak hanya sekedar itu, tapi membangun ekosistem," katanya.
Namun, kata dia, ekosistem perfilman secara luas mencakup sisi perhotelan hingga pariwisata yang potensinya sangat besar di Kota Semarang.
"Step by step. Kemudian, bisa menghadirkan banyak sekali production house untuk membuat film dan setting di sini, itu another step. Tahun depan kita akan buat lagi (LOFF, red.)," katanya.
Sutradara Hanung Bramantyo yang menjadi salah satu juri mengaku kagum dengan hasil film yang dibuat, terutama pada kategori pelajar yang luar biasa bagus untuk seumuran mereka.
"Kaget. Karena masih SMA, tapi mereka sudah bisa membuat film sebagus-bagus itu. Ya, mungkin ukurannya zaman SMA saya, bikin film tuh enggak mungkin gitu," katanya.
Apalagi, kata dia, harga peralatan untuk pembuatan film, seperti kamera dan kaset sangat mahal sekali dan masih dianggap sebagai barang mewah.
Terlepas dari peralatan film sekarang relatif terjangkau, ia sangat mengapresiasi dengan ide dan kreativitas anak-anak muda dalam membuat film pendek yang sangat berkualitas.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena mengatakan bahwa banyak sekali potensi Kota Semarang yang bisa terangkat melalui film.
"Selain lokasi-lokasi film, tapi ada busana, ada wastra, ada kuliner, segala macam yang masih bisa diangkat bersama," katanya.
Nantinya, kata dia, Kota Semarang bisa menjadi hub dengan daerah-daerah lain di sekitarnya, sebagaimana Yogyakarta dan Bali.
Tercatat sebanyak 167 film pendek dari berbagai daerah yang mengikuti festival film tersebut untuk tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum.
Acara Malam Anugerah LOFF 2026, tampil sebagai film pendek terbaik kategori pelajar adalah "Sri Rejeki", kemudian kategori mahasiswa adalah "Curhatan Revi Siterusah", dan kategori umum adalah "Throughout These Cages".
- industri film
- Dunia Perfilman
- Pemkot Semarang
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Kejari Lombok Timur Buka Peluang Penyidikan Baru Kasus Korupsi Dermaga Labuhan Haji
-
Harga Emas Antam Merosot Rp31.000 Menjadi Rp2,754 Juta/Gr pada Kamis Ini
-
Pemerintah Perketat Pengawasan WNA
-
Wayang Animasi Juga Dapat Go International
-
Wamendagri Bima Arya Desak Pemda Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan Mulai 2026
-
Lula da Silva Tuding Meta Campur Tangan dalam Pemilu Brazil
-
Zero ODOL 2027, Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan di Jawa Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.