- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Financial Festival...
Jakarta Financial Festival 2026 Jadi Upaya Perluas Akses Keuangan Warga
Sabtu, 24 Okt 2026, 13:15 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta memperkuat inklusi keuangan melalui Jakarta Financial Festival 2026. Kegiatan yang berlangsung di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026), sekaligus menandai penutupan program Digitalisasi Pasar Inklusif yang telah berjalan lebih dari setahun.
Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Safrin Liputo, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Abisumawan Budianto, serta Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi. Sejumlah pimpinan industri jasa keuangan dan perwakilan Bank Indonesia juga hadir untuk mendukung penguatan akses keuangan masyarakat.
Rano mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses layanan keuangan formal bagi pedagang pasar rakyat. Menurutnya, program digitalisasi yang menjangkau puluhan pasar tersebut perlu dilanjutkan melalui pendampingan dan pemberdayaan secara berkala.
Program Digitalisasi Pasar Inklusif telah menjangkau 93 pasar di Jakarta dengan memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening dan mendukung akses pembiayaan bagi 99 debitur. Program tersebut juga menghadirkan 139 agen Laku Pandai serta 1.283 merchant yang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Rano menilai capaian tersebut menunjukkan peluang besar untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan di kalangan pedagang. Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rekening atau fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari manfaatnya bagi keberlangsungan dan perkembangan usaha.
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyampaikan bahwa Jakarta mencatat indeks literasi keuangan sebesar 84,01 persen dan indeks inklusi keuangan mencapai 99,74 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Capaian tersebut menempatkan Jakarta pada posisi tertinggi secara nasional untuk kedua indikator tersebut.
Meski akses keuangan semakin luas, Edwin mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap aktivitas keuangan ilegal dan potensi sengketa. Edukasi mengenai investasi yang aman perlu diperkuat dengan prinsip legal dan logis, sehingga masyarakat dapat membedakan produk keuangan yang sah dari tawaran yang berisiko.
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo, menekankan pentingnya memastikan perkembangan industri jasa keuangan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perluasan akses perlu diiringi pemanfaatan layanan secara bijak, produktif, dan aman untuk mendukung kesejahteraan.
Jakarta Financial Festival 2026 mengusung tema "Inklusi, Mengakselerasi Ekonomi Tumbuh" sebagai upaya mendekatkan edukasi keuangan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pengelolaan keuangan dan pemanfaatan produk jasa keuangan sesuai kebutuhan.
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta, OJK, Bank Indonesia, dan Perumda Pasar Jaya diharapkan dapat memperluas edukasi keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekonomi Jakarta agar lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Literasi Keuangan
- Pemprov DKI Jakarta
- UMKM Jakarta
- Bank Jakarta
- Inklusi Keuangan
- Jakarta Financial Festival 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Mensos Tegas! Perundungan di Sekolah Rakyat Bisa Berujung Pemecatan
-
Jangan Asal Klik! Ini Modus Baru Penipuan yang Wajib Diwaspadai Nasabah Aset Digital
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Pulangkan 30.190 Koleksi dan 20 Benda Budaya dari Belanda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.