Burung Indonesia Melibatkan Pemuda dalam Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati di Danau Limboto
Sabtu, 24 Okt 2026, 23:25 WIBGorontalo - Organisasi Burung Indonesia melibatkan generasi muda dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, khususnya burung dan pemulihan ekosistem Danau Limboto, melalui kegiatan Youth Bootcamp dan Penganugerahan BIA Award 2026 di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus I UNG tersebut diselenggarakan Burung Indonesia berkolaborasi dengan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) dan UNG sebagai bagian dari perayaan keragaman burung Indonesia yang dirangkaikan dengan Festival Bulalo Limutu oleh Limutu Ecologe.
Koordinator Program Burung Indonesia Wilayah Gorontalo Marahalim Siagian mengatakan pelibatan generasi muda menjadi strategi penting dalam mendorong pemulihan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurut dia, upaya pemulihan lingkungan yang selama ini bersifat dari atas ke bawah (top-down) kerap menemui jalan buntu karena kurangnya kesadaran di tingkat tapak.
"Untuk itu, strategi youth engagement atau pelibatan pemuda dinilai sebagai intervensi paling adaptif dan potensial untuk membawa dampak positif jangka panjang dalam perbaikan ekosistem Danau Limboto dan keragaman hayati di dalamnya," ujarnya.
Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki energi, kreativitas, dan modal sosial digital yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi penggerak perbaikan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus berdiskusi mengenai konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya burung, serta kondisi ekosistem Danau Limboto yang menjadi habitat berbagai jenis burung air di Gorontalo.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, dan IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Selain mahasiswa, kegiatan tersebut turut melibatkan Gorontalo Green School, komunitas disabilitas, dan komunitas literasi.
Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo Delfira Sahi mengaku tertarik untuk mengunjungi Danau Limboto setelah mengikuti diskusi mengenai konservasi lingkungan tersebut.
"Setelah mendengarkan materi tadi, saya jadi ingin berkunjung langsung ke Danau Limboto karena belum pernah ke sana. Apalagi, saya tertarik dengan kegiatan Burung Indonesia yang akan memfasilitasi pengamatan burung secara langsung di danau," katanya.
Sementara itu, Kamaria Harun, peserta dari komunitas disabilitas tuli, mengatakan kegiatan tersebut memberinya pengetahuan baru mengenai ekosistem Danau Limboto.
"Saya baru mengetahui kalau Danau Limboto menjadi muara bagi 23 anak sungai dan banyak burung air yang berhabitat di sana," ujarnya.
Ia juga mengaku senang dapat terlibat dalam diskusi konservasi karena menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan dengan tema tersebut.
Melalui pelibatan berbagai kelompok masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga ekosistem Danau Limboto.
- Edukasi Konservasi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.