• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • RAC Ramaikan Pasar Sportwe...

RAC Ramaikan Pasar Sportwear Rekreasional dengan Semangat “Find Fun in the Chaos”

Jumat, 23 Okt 2026, 18:10 WIB

JAKARTA — JUNE Active Studio di bawah naungan JUNI Goods memperkenalkan Recreational Athletes Club (RAC), sebuah inisiatif yang menggabungkan produk pakaian olahraga atau activewear dengan pengembangan komunitas olahraga rekreasional. Berkolaborasi dengan merek asal Bali, GUDS Bali, dan didukung Toko Kopi TUKU, RAC menyasar masyarakat urban yang ingin menikmati olahraga di tengah kesibukan sehari-hari.

Peluncuran RAC berlangsung di Toko Kopi TUKU Cipete, Jakarta. Inisiatif ini hadir di tengah berkembangnya kultur olahraga rekreasional di Indonesia, ketika aktivitas fisik tidak lagi sekadar berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga menjadi sarana membangun pertemanan, komunitas, dan keseimbangan hidup.

Ket. Foto: Para peserta Recreational Athletes Club (RAC) berfoto bersama. — Sumber: RAC

RAC mengusung semangat “Find Fun in the Chaos” yang mengajak masyarakat menemukan kesenangan melalui aktivitas fisik di tengah padatnya rutinitas. Dengan pendekatan multi-sport, RAC ingin merangkul berbagai kalangan, tanpa membatasi partisipasi berdasarkan jenis olahraga, tingkat kemampuan, ataupun target performa.

CEO JUNI Records sekaligus sosok di balik JUNI Group dan JUNE Active Studio, Adry Boim, mengatakan RAC berangkat dari pengalaman pribadinya selama berkecimpung di industri musik dan kreatif. Menurut dia, olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga energi dan keseimbangan hidup, baik bagi dirinya maupun orang-orang yang bekerja di sekitarnya.

“Melalui rutinitas harian di dunia kreatif, saya melihat adanya titik temu yang sangat erat antara musik, kreativitas, pertemanan, dan olahraga. RAC lahir dari pengalaman dan keresahan personal akan perlunya produk serta wadah olahraga yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, tanpa harus merasa terbebani oleh target performa profesional,” ujar Adry.

Dari sisi industri, perkembangan olahraga rekreasional juga dinilai membuka peluang bagi merek lokal untuk mengembangkan produk dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Founder Running Rage dan Jakarta Running Festival, Adystra Bimo, mengatakan kultur olahraga di Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam 15 tahun terakhir.

Menurut Adystra, motivasi masyarakat untuk berolahraga kini semakin beragam. Selain menjaga kesehatan dan mencapai target pribadi, olahraga menjadi sarana memperluas jejaring pertemanan dan memperoleh rasa memiliki terhadap suatu komunitas.

“Komunitas memegang peranan kunci dalam menjaga konsistensi tersebut. Lonjakan partisipasi masyarakat ini membuka ruang yang sangat luas bagi brand lokal, produk inovatif, dan kolaborasi baru untuk terus mendukung ekosistem olahraga agar lebih terbuka serta berkelanjutan,” kata Adystra.

Semangat tersebut diwujudkan RAC melalui kolaborasi dengan GUDS Bali, merek yang didirikan Vino Tamaela. Berawal dari persahabatan dan kesamaan visi, kolaborasi JUNI Goods dan GUDS Bali menghasilkan lini produk olahraga yang menggabungkan aspek fungsional dan estetika untuk memenuhi kebutuhan para pelaku olahraga rekreasional.

Adry mengatakan kolaborasi itu tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada pengalaman berolahraga yang lebih menyenangkan dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.

“Kami percaya setiap orang yang bergerak dan beraktivitas adalah seorang atlet rekreasional. Bersama GUDS Bali, kami menggabungkan karakter dan keahlian kreatif masing-masing untuk menghadirkan produk serta pengalaman berolahraga yang menyenangkan,” ujarnya.

RAC juga menggandeng TUKU sebagai mitra kolaborasi sekaligus ruang pertemuan komunitas. Chief Experience Officer TUKU, Vella Siahaya, mengatakan pihaknya melihat olahraga rekreasional memiliki hubungan erat dengan interaksi sosial di lingkungan sekitar, termasuk kebiasaan masyarakat berkumpul setelah mengikuti kegiatan lari bersama atau neighborhood run.

“Di TUKU, kami sering melihat para tetangga berkumpul dan berinteraksi usai berolahraga, seperti dalam kegiatan neighborhood run. Kolaborasi dengan RAC terasa sangat alami karena kami berbagi semangat yang sama: menjadi ruang bertemunya komunitas, menikmati momen bersama, dan mempererat hubungan antartetangga,” kata Vella.

Selain menjadi tempat berkumpul, gerai TUKU juga dimanfaatkan sebagai lokasi untuk memperkenalkan dan memasarkan produk RAC. Melalui pendekatan tersebut, kolaborasi ini berupaya mempertemukan kebutuhan konsumen akan pakaian olahraga dengan pengalaman berinteraksi dalam komunitas.

Untuk memperkenalkan koleksi terbarunya secara langsung, RAC menggelar pop-up store di dua gerai TUKU. Gerai pertama berlokasi di Toko Kopi TUKU Cipete pada 21–22 Oktober 2026, dilanjutkan di Toko Kopi TUKU Gelora Bung Karno (GBK) pada 23 Oktober 2026.

Melalui pop-up store tersebut, pengunjung dapat melihat, mencoba, dan membeli rangkaian produk activewear RAC. Kehadiran inisiatif ini sekaligus menjadi upaya memperluas ruang pertemuan antara produk olahraga, komunitas, dan gaya hidup masyarakat urban yang semakin dekat dengan aktivitas fisik.

  • lari
  • Toko Kopi Tuku
  • acara olahraga

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.