Pembangunan RTH Abu Bakar Ali Capai 40 Persen, Ditarget Rampung Desember

Jumat, 23 Okt 2026, 17:45 WIB

YOGYAKARTA—Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abu Bakar Ali di kawasan pusat Kota Yogyakarta telah mencapai lebih dari 40 persen setelah berlangsung sekitar delapan minggu. Pemerintah Daerah DIY meminta pengerjaan dipercepat agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai kontrak pada 22 Desember 2026.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan progres pembangunan perlu terus didorong sehingga penyelesaian RTH Abu Bakar Ali dapat berjalan sesuai jadwal. Hal tersebut disampaikan seusai meninjau lokasi pembangunan bersama sejumlah pemangku kepentingan, Jumat (23/10).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot DIY

“Jadi harapan besar kami, pembangunan bisa sesuai dengan schedule yang sudah disepakati bersama dengan pihak ketiga. Setelah kami tinjau hari ini, kayaknya pembangunannya juga perlu di-push. Kita maunya ke depan (selesainya pembangunan RTH) bisa berbarengan dengan kegiatan-kegiatan lain di sepanjang sumbu filosofis,” ujarnya.

RTH Abu Bakar Ali dikembangkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat di tengah padatnya aktivitas perkotaan. Karena itu, Made berharap fasilitas tersebut nantinya juga dijaga bersama agar tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dia mengakui proses pembangunan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Pemda DIY, menurut Made, tetap terbuka terhadap kritik dan evaluasi selama pengerjaan berlangsung.

“Namanya kita melakukan sesuatu untuk menuju yang lebih baik itu, ada yang namanya proses. Dalam proses itu, ada kemungkinan ketidaknyamanan. Karena itu kita terbuka untuk kritik, seperti yang lalu-lalu, kita menerima kritik dan melakukan evaluasi. Kritik tentu boleh, tapi mari kita sama-sama diberikan solusi juga, ini tentu akan kami perhatikan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kusno Wibowo mengatakan pembangunan RTH Abu Bakar Ali telah berlangsung sekitar delapan minggu dengan progres lebih dari 40 persen. Sesuai kontrak, seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas pada 22 Desember 2026.

“Dalam waktu sekitar kurang dari 2 bulan lagi, pembangunan kita harapkan selesai, jangan sampai ada pekerjaan yang terganggu. Saat ini, mumpung belum musim hujan, pembangunan masih mengejar yang fisik dulu, seperti bangunan toilet,” jelasnya.

Kusno menjelaskan, sesuai instruksi Gubernur DIY, fasilitas bangunan di kawasan tersebut akan dibatasi. RTH Abu Bakar Ali hanya dilengkapi toilet dan jogging track. Bangunan berukuran kecil hanya disediakan untuk kebutuhan penunjang seperti genset dan ditempatkan di bagian belakang atau sisi paling timur kawasan.

Setelah pekerjaan fisik selesai, pengerjaan akan difokuskan pada penataan vegetasi. Kawasan RTH tersebut dibagi menjadi tiga karakter taman dengan jenis tanaman berbeda.

“Kemudian nanti kalau sudah memasuki musim hujan, penataan tamannya yang kita kejar, karena membutuhkan perawatan dan sebagainya. Dan RTH ini memang mengusung tiga konsep taman yang berbeda. Bagian depan atau sisi yang paling barat, konsepnya tanaman berbunga, kemudian di tengah tanaman hijau, dan di sisi timur tanaman keras atau semacam hutan kota,” paparnya.

Desain gerbang masuk RTH Abu Bakar Ali juga mengalami perubahan. Gerbang yang sebelumnya direncanakan menyerong ke arah Jalan Malioboro kini akan dibuat menghadap lurus ke barat.

Menurut Kusno, pembangunan RTH Abu Bakar Ali diarahkan untuk menambah kawasan penghijauan di pusat Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan ruang terbuka hijau. Kehadiran vegetasi juga diharapkan dapat mendukung kembali keberadaan satwa perkotaan.

“Keberadaan RTH di Kota Yogyakarta memang minim. Karena itu, RTH ini nanti akan menjadi salah satu lokasi penghijauan di tengah Kota Yogyakarta yang sudah padat dengan aktivitas masyarakat. Harapannya hewan-hewan di kota juga bisa kembali ada di tengah kota ini,” pungkasnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.