Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

Jumat, 23 Okt 2026, 13:35 WIB

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari skrining menjadi penanganan penyakit. Namun, pengobatan hipertensi masih menjadi pekerjaan rumah karena baru menjangkau 755 ribu orang dari sekitar tujuh juta kasus yang terdeteksi pada 2025.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut cakupan pengobatan hipertensi masih jauh dari target pemerintah sebesar 80 persen pasien terdeteksi. Pemerintah terus memperluas tindak lanjut Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat terdiagnosis hipertensi memperoleh pengobatan secara optimal.

Ket. Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin — Sumber: YouTube Kemenkes

“Hipertensi ini kemudian dikasih obat yang dia harus minum setiap hari. Yang diobati adalah 755 ribu, masih kecil,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (23/10).

Menurut Budi, dari sekitar tujuh juta orang yang terdeteksi mengalami hipertensi pada 2025, seharusnya 5,6 juta orang mendapatkan pengobatan. Dengan demikian, capaian saat ini masih menjadi tantangan dalam meningkatkan efektivitas program CKG.

“Jadi harusnya angkanya itu 5,6 juta, sekarang kita baru 755 ribu. Itu PR-nya kita,” ujar dia.

Menkes Budi juga menjelaskan, pelaksanaan CKG pada 2025 berfokus pada pemeriksaan kesehatan, sedangkan pada 2026 pemerintah mulai memperluas program dengan memberikan pengobatan kepada masyarakat yang terdeteksi mengalami masalah kesehatan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan mengumpulkan data untuk mengukur efektivitas pengobatan serta memastikan pasien kembali sehat setelah menjalani terapi secara rutin. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui keberhasilan penanganan penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis yang diperluas pemerintah.

“Pada akhir tahun ini hingga tahun depan, kami berharap bisa mengukur apakah pasien sudah benar-benar kembali sehat. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan pengobatan melalui program Cek Kesehatan Gratis memberikan hasil optimal bagi masyarakat,” ucap Menkes.

Kemenkes memperluas CKG untuk mendukung target RPJMN meningkatkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun. Hingga kini, CKG telah menjangkau 109 juta orang dari target 130 juta peserta, dengan total pendaftar mencapai 116 juta orang.

“Pemeriksaan CKG berfokus pada tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular serta stroke. Pengendalian empat faktor risiko tersebut penting karena penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi salah satu penyebab utama kematian masyarakat,” ujar Menkes.

Menkes Budi mencontohkan Korea menerapkan konsep triple 80, yakni 80 persen penduduk menjalani skrining kesehatan secara menyeluruh. Sebanyak 80 persen pasien terdeteksi mendapat pengobatan, dan 80 persen di antaranya ditargetkan kembali sehat setelah menjalani terapi.

“Kalau kita bisa mengendalikan keempat faktor risiko tadi, terbukti secara riset bisa menurunkan kematian yang tinggi. Terutama kematian di bidang cardiovascular disease,” ucap Menkes. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.