- Home
-
- Megapolitan
-
- DKI Jakarta Benahi Kabel S...
DKI Jakarta Benahi Kabel Semrawut, Infrastruktur Bawah Tanah Jadi Andalan
Jumat, 23 Okt 2026, 15:19 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan penataan kabel udara melalui pembangunan saluran utilitas bawah tanah atau ducting untuk mengurangi kabel semrawut di sejumlah wilayah.
"Dinas Bina Marga DKI sedang melakukan pembangunan ducting untuk menurunkan kabel udara ke saluran utilitas bawah," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Syafrin mengatakan pembangunan saluran tersebut dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memindahkan kabel udara ke bawah tanah.
Menurut dia, penataan kabel udara menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Keberadaan kabel yang tidak tertata perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan lingkungan.
Syafrin menyebut pembangunan ducting menjadi salah satu langkah untuk menata jaringan utilitas agar lebih teratur sekaligus mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kabel listrik.
"Harapannya dengan seluruh penataan ini, potensi-potensi kebakaran akibat ketidakteraturan kabel udara, khususnya kabel listrik, bisa kita lakukan penanganan segera," kata dia.
Ia menambahkan penataan kabel udara menjadi perhatian di sejumlah kawasan Jakarta Selatan yang masih memiliki jaringan kabel yang terlihat semrawut.
Pemindahan kabel ke saluran bawah tanah diharapkan dapat mendukung penataan kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan keamanan bagi masyarakat.
Adapun Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan kabel udara jaringan utilitas yang semrawut di lima titik dari total 20 titik yang direncanakan hingga akhir tahun 2026 guna memperindah tata kota di Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di beberapa titik ibu kota.
Pembangunan SJUT dilakukan di MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman dan Jatinegara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan SJUT tersebut dapat rampung dalam lima tahun ke depan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Jakarta Punya 37 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Siap Antar Jemput Anak-anak Berkebutuhan Khusus
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
DPR Minta Pembatasan Penumpang Kapal Diuji Publik, Jangan Sampai Rugikan Rakyat
-
Sudan Nyatakan Patuh pada Larangan Senjata Kimia
-
Dukung Kegiatan Peternakan, Pemprov Sumsel Fasilitasi Peternak Ayam Petelur Urus Sertifikat NKV
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.