Upaya Global Perbaiki Celah Keamanan Siber PHP, dari Amazon hingga Kementerian Jepang

Kamis, 22 Okt 2026, 14:47 WIB

JAKARTA - Berbagai organisasi dan pemerintah di seluruh dunia tengah berupaya keras memperbaiki celah keamanan siber kritis yang dapat mempengaruhi jutaan situs web.

Kerentanan tersebut terdapat dalam bahasa pemograman PHP yang digunakan untuk menggerakkan banyak platform. PHP mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dan menyajikannya dengan cara yang dapat dibaca di web.

Ket. Foto: Foto yang diambil 21 Oktober 2026 menunjukkan situs web perusahaan Jepang Keihan Holding Co. untuk sementara ditangguhkan, menyusul ditemukannya kerentanan dalam bahasa pemograman PHP yang banyak digunakan. — Sumber: Kyodo

Masalah ini dapat mempengaruhi sekitar 30 juta situs web dan dapat memungkinkan penyerang untuk mencuri data pribadi, kata seorang ahli kepada BBC.

Kecerdasan buatan mengidentifikasi masalah tersebut yang memicu peringatan dari pemerintah dan lembaga keamanan siber untuk menonaktifkan situs-situs mereka.

"Jika perbaikan segera tidak memungkinkan, organisasi harus mempertimbangkan untuk menonaktifkan sistem hingga masalah tersebut dapat diatasi sepenuhnya," kata Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris.

Mengutip laporan BBC, beberapa situs yang terdampak antara lain Wikipedia, dewan kota Edinburgh, dan banyak toko online.

Perusahaan keamanan siber Wiz memperkirakan "sekitar 70%" internet terpengaruh oleh celah keamanan PHP.

Amazon menyatakan telah mendeteksi upaya peretas untuk mengeksploitasi celah keamanan tersebut, tetapi sejauh ini situs webnya beroperasi seperti biasa.

Situs web lembaga pemerintah Belanda, Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan, saat ini sedang tidak dapat diakses. Lembaga Belanda lainnya, yang berspesialisasi dalam keamanan siber, sempat offline sebagai tindakan pencegahan tetapi sekarang sudah beroperasi kembali.

Perusahaan IT Denmark, Kombit, menutup sejumlah layanan, termasuk platform komunikasi sekolah nasional.

Pemerintah Finlandia menutup layanan web publiknya tetapi kini sudah kembali online.

Wikipedia juga menghapus sebagian dari situs webnya.

Kyodo melaporkan, beberapa halaman web kementerian Jepang juga telah ditangguhkan sebagian sebagai tindakan pencegahan menyusul deteksi kerentanan dalam bahasa pemrograman PHP yang banyak digunakan, pada Kamis (22/10), seiring dihentikannya akses ke situs web di seluruh negeri karena masalah ini.

Penangguhan tersebut termasuk untuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan dalam konferensi pers rutin di Tokyo bahwa tidak ada kerusakan pada situs web pemerintah yang terkait dengan celah keamanan PHP yang dilaporkan.

Kihara mendesak operator situs web yang menggunakan bahasa tersebut untuk segera menerapkan patch atau menonaktifkan halaman web untuk mengurangi risiko hingga perbaikan dapat diterapkan.

Salah satu badan intelijen terbesar di dunia memperingatkan bahwa organisasi yang terdampak harus menonaktifkan sistem mereka hingga perbaikan tersedia.

Dalam sebuah unggahan di X, divisi siber Badan Keamanan Nasional AS mengatakan mereka yang menggunakan PHP harus segera bersiap "untuk pembaruan yang mengatasi dua kerentanan kritis".

"PHP banyak digunakan untuk aplikasi web. Kerentanan ini seringkali menyediakan jalur langsung ke sistem file atau basis data server," demikian bunyi peringatan tersebut.

"Jika pembaruan segera tidak memungkinkan, disarankan agar organisasi menonaktifkan sistem hingga masalah tersebut dapat diatasi sepenuhnya," lanjutnya.

Skala peringatan PHP ini sulit dipahami, tetapi hanya sedikit peringatan keamanan siber yang menyebabkan kepanikan sebesar ini.

Kekhawatiran keamanan ini mempengaruhi jutaan halaman web yang berjalan di PHP, berpotensi membuka jalan bagi peretas untuk mencuri data sensitif atau mengambil kendali atas situs web.

Perangkat lunak ini mendukung platform seperti WordPress - sistem manajemen konten di balik blog dan halaman-halaman lain yang banyak berisi teks - Wikipedia dan toko online.

Itulah mengapa perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk mengamankan platform mereka, sementara pemerintah di seluruh dunia mendesak situs web untuk mengambil tindakan.

  • Keamanan Siber

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.