Perang Lawan Stunting, Pemkot Sorong Bagi-Bagi Makanan Bergizi dan Tambah Posyandu
Kamis, 22 Okt 2026, 17:25 WIBSORONG -Â Dinas Kesehatan Kota Sorong menyalurkan 120 paket makanan bergizi bagi bayi, balita, dan ibu hamil sekaligus meresmikan dua Posyandu Integrasi Layanan Primer di Distrik Sorong Utara, Papua Barat Daya.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat, di Sorong, Kamis (22/10), mengatakan penyaluran bantuan ini bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kualitas kesehatan bayi dan balita serta ibu hamil.
"Bantuan itu terdiri atas 100 paket makanan bergizi untuk bayi dan balita serta 20 paket untuk ibu hamil di Distrik Sorong Utara," katanya usai meresmikan dua posyandu baru di Distrik Sorong Utara.
Menurut dia, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah stunting.
"Pelayanan kesehatan harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan melalui pemantauan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak," ujarnya.
Untuk mendukung kualitas kesehatan bayi dan balita serta ibu hamil dan masyarakat, Pemerintah Kota Sorong juga menghadirkan dua unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Integrasi Layanan Primer (ILP) Teratai dan Srikandi sebagai bagian penting untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di Distrik Sorong Utara.
âDengan hadirnya Posyandu Teratai dan Srikandi, kita ingin mendekatkan layanan kesehatan, menekan stunting, dan meningkatkan derajat kesehatan warga Malasilen,â ujarnya.
Ia menjelaskan, Posyandu ILP tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan balita, tetapi menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja hingga lanjut usia.
Lobat mengatakan, penguatan pelayanan posyandu juga sejalan dengan misi pembangunan Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat mengatakan, peresmian dua posyandu tersebut menambah jumlah posyandu di Kota Sorong dari sebelumnya 118 menjadi 120 unit.
Ia menjelaskan, posyandu berperan dalam memantau tumbuh kembang anak, memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui, melaksanakan imunisasi, serta memantau status gizi masyarakat.
Selain itu, posyandu juga menjadi sarana edukasi mengenai pola asuh anak, gizi seimbang, dan perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus mendukung deteksi dini stunting, gizi kurang, keterlambatan tumbuh kembang anak, anemia pada ibu hamil, serta faktor risiko kesehatan lainnya.
"Keberadaan posyandu harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat agar pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan masalah kesehatan dapat diketahui lebih dini," katanya.
Dia berharap, melalui penguatan Posyandu ILP, akses pelayanan kesehatan dasar semakin dekat dengan masyarakat sehingga upaya peningkatan gizi ibu dan anak serta pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif.
- makanan bergizi
- kesehatan ibu dan anak
- penanganan stunting
- pemkot sorong
- septinus lobat
- posyandu ilp
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kejar Target Ekonomi Digital, Bappenas Minta Akselerasi Teknologi di Semua Sektor
-
Pemprov Sumut Percepat 5.395 Pembangunan Daerah Sebelum Akhir 2026
-
Biaya Loka Pasar Mahal, Pelaku Usaha Bangun Website Sendiri
-
Deteksi Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dilakukan Sejak Dalam Kandungan
-
JIS Siap Sambut Konser Maroon 5, Pemprov DKI Pastikan Parkir dan Transportasi Makin Mumpuni
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.