Pemkab Bulungan Gelar GMP, Harga Lebih Murah sampai Rp5.000

Kamis, 22 Okt 2026, 07:28 WIB

TANJUNG SELOR(22/10) – Masyarakat Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), merasa sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah (GPM), karena selisih harga pangan yang dijual bisa sampai Rp5.000 lebih murah dari harga pasaran.

“Lumayan selisih harganya ada yang sampai Rp5.000. Kayak minyak goreng kan di sini (GPM) Rp16.000, kalau di pasaran kan di atas Rp20.000. Jadi ada Rp4.000 sampai Rp5.000 selisihnya,” ujar Rostin, warga Buluh Perindu, Tanjung Selor, Bulungan, Rabu (21/10).

Ket. Foto: Pemkab Bulungan melalui DKP dan Bulog Cabang Bulungan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu (21/10/2026). — Sumber: ANTARA

Rostin mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM yang digelar serentak di berbagai titik di seluruh Indonesia itu, termasuk di Kabupaten Bulungan, di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat.

“Adanya pasar murah ini (GPM), kami sangat terbantu dengan kondisi ekonomi yang saat ini tidak menentu. Sering-seringlah dilaksanakan murah seperti ini,” katanya lagi.

Maryam, warga Kabupaten Bulungan lainnya yang beralamat di Sabanar Lama, mengaku rela datang jauh-jauh ke lokasi GPM agar bisa membeli bahan sembako yang lebih murah.

“Telur kalau di pasar itu Rp.50.000 ke atas satu piring, di pasar murah ini hanya Rp45.000. Jadi ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sembako di rumah,” kata Maryam.

Bupati Bulungan Syarwani yang mengawal langsung pelaksanaan GPM menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan DKP dan bekerja sama dengan Bulog Cabang Bulungan ini menindaklanjuti Surat Kepala Badan Pangan Nasional perihal pelaksanaan GPM Serentak dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2026.

“Kegiatan ini wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau,” ujar Syarwani.

Kehadirannya di lokasi GPM, kata Syarwani, untuk menegaskan agar pelaksanaan GPM dikawal dengan baik sehingga penyaluran bahan pangan benar-benar tepat sasaran.

Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas pelaksana, ia minta tidak memanfaatkan kegiatan tersebut untuk kepentingan pribadi, mengingat program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

GPM, katanya pula, hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta rumah tangga.

“Kita prioritaskan betul warga masyarakat, UMKM, dan ibu-ibu pedagang yang memang membutuhkan. Kita harapkan agar sembako yang dibeli diperuntukkan murni untuk konsumsi rumah tangga atau untuk bahan UMKM dan tidak untuk dijual kembali,” ujar Syarwani.

Kepala DKP Bulungan Sa’diah Yunus menerangkan pelaksanaan GPM tahun ini mengusung tema Hari Pangan Sedunia, yaitu “Innovate Today, No Risk Tomorrow”.

Adapun komoditas yang disediakan DKP Bulungan meliputi beras 5 kilogram sebanyak 100 kemasan, gula pasir 120 kilogram, telur 240 piring, bawang merah 75 kilogram, bawang putih 75 kilogram, serta minyak goreng sebanyak 240 botol.

“Dari Perum Bulog Cabang Bulungan turut memberikan dukungan dengan menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 ton, beras premium, Minyakita, minyak goreng premium, serta gula pasir,” kata Sa’diah.

  • Gerakan Pangan Murah (GPM)
  • Pemkab Bulungan

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.