Pelajar Subang Ikuti Edukasi Kesehatan Mental, LKC Dompet Dhuafa Cegah Bullying di Sekolah

Kamis, 22 Okt 2026, 17:55 WIB

JAKARTA - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat menggelar edukasi dan pemantauan kesehatan mental bagi remaja melalui Gerakan Remaja Peduli Kesehatan Mental (GAUL) di SMP Nurul Ihsan, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang diikuti 44 siswa tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan jiwa sekaligus memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Program yang dijalankan melalui Kawasan Madaya Subang ini mengangkat tema "Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata". Melalui kegiatan tersebut, remaja didorong untuk lebih memahami kondisi kesehatan mental, berani mengungkapkan perasaan, serta membangun kepedulian terhadap pengalaman dan persoalan yang dihadapi teman sebaya.

Ket. Foto: Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat menggelar edukasi dan pemantauan kesehatan mental bagi remaja melalui Gerakan Remaja Peduli Kesehatan Mental (GAUL) di SMP Nurul Ihsan, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang diikuti 44 siswa tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan jiwa sekaligus memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. — Sumber: Dompet Dhuafa

Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah unsur, termasuk Sekretaris Camat Cijambe, Sekretaris Desa Cirangkong, dan Tim Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Cirangkong. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang aman, suportif, dan peduli terhadap kesehatan mental anak serta remaja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tes untuk mengevaluasi pengetahuan peserta, kemudian dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai pencegahan perundungan. Para siswa juga memperoleh pengenalan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang disampaikan Eka dari Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Cirangkong.

Selain mendapatkan materi edukasi, peserta mengikuti skrining kesehatan jiwa menggunakan kuesioner Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengenali indikasi masalah kesehatan mental yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut lebih lanjut.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Filly Muharani, menegaskan bahwa kesehatan mental remaja perlu menjadi perhatian bersama melalui edukasi, deteksi dini, dan dukungan lingkungan yang positif. Menurutnya, kolaborasi dengan sekolah, pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan diperlukan agar remaja memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

"Melalui Gerakan Remaja Peduli Kesehatan Mental (GAUL), kami ingin mendorong remaja agar lebih memahami pentingnya kesehatan jiwa, berani menyampaikan apa yang mereka rasakan, serta saling mendukung dalam menghadapi berbagai persoalan. Kami berharap kolaborasi dengan sekolah, pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan," ungkap Filly.

Dukungan terhadap edukasi kesehatan mental di sekolah juga disampaikan Sekretaris Camat Cijambe, Candra Agung Setia. Ia menilai pemahaman mengenai kesehatan jiwa perlu mendapat perhatian sejalan dengan pendidikan akademik agar siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

"Pendidikan kesehatan mental sama pentingnya dengan pendidikan akademik di sekolah. Melalui gerakan ini, kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari perundungan, serta memiliki empati yang kuat terhadap sesama," ujarnya.

Melalui program GAUL, LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat berharap edukasi dan pemantauan kesehatan mental remaja dapat dilaksanakan secara berkala. Keberlanjutan kegiatan tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan perundungan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis siswa.

Sinergi antara sekolah, pemerintah setempat, dan puskesmas menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung kesehatan jiwa. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya pendampingan remaja diharapkan dapat membantu mendukung tumbuh kembang mereka, baik secara fisik maupun mental.

Program ini merupakan bagian dari upaya LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas. Melalui kegiatan di Subang, perhatian terhadap kesehatan mental remaja dan pencegahan perundungan kembali didorong sebagai bagian dari pembentukan lingkungan sosial yang lebih peduli dan suportif.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.