• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Olah Air Laut Jadi Air Min...

Olah Air Laut Jadi Air Minum dan Es, Komodo Water Raih Penghargaan Internasional

Kamis, 22 Okt 2026, 19:30 WIB

JAKARTA — Perusahaan sosial asal Indonesia, Komodo Water, meraih penghargaan UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026 untuk kategori Blue Renewable Energy atau Energi Biru Terbarukan. Penghargaan ini mengakui inovasi perusahaan dalam memanfaatkan energi surya untuk memproduksi air minum dan es balok bagi masyarakat pesisir.

Penghargaan tersebut juga membuka peluang bagi Komodo Water untuk memperluas jangkauan bisnis ke pasar internasional melalui dukungan teknis, pendampingan, dan akses ke jaringan bisnis global. Komodo Water menjadi satu dari enam pemenang yang terpilih dari 300 pendaftaran yang berasal dari 85 negara.

Ket. Foto: Acara pemberian penghargaan UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026 untuk kategori Blue Renewable Energy atau Energi Biru kepada Komodo Water, berkat inovasi pengolahan air laut menjadi air minum dan produksi es balok berbasis energi surya. — Sumber: Komodo Water

Penghargaan diserahkan pada 30 September 2026 dalam acara penganugerahan dan pameran solusi inovatif yang menjadi bagian dari Euro-Mediterranean Water Forum di Roma, Italia. Program ini diselenggarakan oleh UNIDO ITPO Italy, kantor promosi investasi dan teknologi Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) di Italia, bersama World Trade Centers Association (WTCA).

Inovasi Komodo Water dikembangkan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses air bersih dan es di kawasan pesisir Nusa Tenggara Timur. Ketersediaan es menjadi kebutuhan penting bagi nelayan untuk menjaga kesegaran ikan setelah ditangkap hingga siap dipasarkan. Sementara itu, akses terhadap air minum yang layak juga berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Di Bari, Kabupaten Manggarai Barat, Komodo Water mengoperasikan fasilitas pengolahan air laut dan air payau menjadi air minum dengan dukungan 58 panel surya. Fasilitas tersebut juga memproduksi es balok menggunakan mesin berkapasitas satu ton setiap 24 jam.

Produksi air minum dan es di tingkat lokal membantu mengurangi biaya transportasi serta ketergantungan masyarakat terhadap pasokan dari luar desa. Dengan memanfaatkan energi surya, perusahaan ini berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

“Air minum dan es merupakan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat pesisir. Ketika akses terhadap keduanya terbatas, rumah tangga maupun usaha perikanan ikut terdampak. Kami mengembangkan solusi yang dapat dioperasikan bersama oleh masyarakat dengan memanfaatkan energi surya,” ujar Pendiri sekaligus CEO Komodo Water Shana Fatina melalui siaran pers pada hari Kamis (22/10/2026).

Libatkan Masyarakat dan Buka Akses Pasar Global

Selain menyediakan kebutuhan dasar, Komodo Water melibatkan masyarakat setempat dalam operasional dan distribusi produk. Perusahaan tersebut juga membuka peluang penghasilan bagi perempuan di wilayah setempat melalui kegiatan penjualan kembali air minum dan es balok.

Melalui UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026, para pemenang akan mengikuti program akselerasi yang mencakup pendampingan, pengembangan jaringan, dan peluang menjalin kemitraan bisnis. UNIDO berperan menyediakan dukungan kerja sama teknis serta peluang pengembangan proyek percontohan di negara-negara mitra. Adapun WTCA membantu memperluas akses pasar, mempertemukan inovator dengan calon klien, dan meningkatkan visibilitas mereka di tingkat internasional.

CEO WTC Trieste sekaligus anggota Dewan WTCA dan penghubung WTCA-UNIDO Cristina Sbaizero mengatakan bahwa inovasi yang telah diterapkan di masyarakat membutuhkan dukungan mitra dan akses pasar agar dapat berkembang lebih luas.

Menurutnya, WTCA memanfaatkan jaringan bisnis internasional yang mencakup lebih dari 300 entitas World Trade Center (WTC) di hampir 100 negara dan wilayah untuk membantu para inovator membangun koneksi bisnis. Kolaborasi dengan UNIDO diharapkan dapat memadukan dukungan teknis dengan kebutuhan pengembangan usaha.

Shana berharap program tersebut dapat membantu Komodo Water menjajaki penerapan model bisnisnya di komunitas lain yang menghadapi persoalan serupa, khususnya masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Melalui program UNIDO–WTCA, kami berharap dapat terhubung dengan mitra di seluruh dunia yang memahami kebutuhan masyarakat pesisir dan komunitas pulau-pulau kecil. Kemitraan ini diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tetap selaras dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang kami layani,” katanya.

Sasar Negara Berkembang Kepulauan Kecil

UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026 dirancang untuk mengidentifikasi inovasi yang telah siap diterapkan dan berpotensi dikembangkan dalam skala lebih luas. Program ini memberikan perhatian khusus kepada negara berkembang dan negara-negara berkembang kepulauan kecil (Small Island Developing States/SIDS), yang kerap menghadapi tantangan dalam penyediaan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya pesisir.

Program tersebut mencakup enam kategori, yakni energi terbarukan, sistem pangan perairan berkelanjutan, transportasi maritim dan pelabuhan cerdas, pariwisata pesisir, restorasi ekosistem perairan, serta teknologi biru dan bioteknologi. Penghargaan bagi Komodo Water menempatkan inovasi asal Indonesia sebagai salah satu solusi yang berpeluang menjangkau komunitas pesisir di tingkat global.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.