Jakarta-Malaysia Jajaki Kerja Sama Ekonomi Kreatif, Buka Akses Pembiayaan dan Pasar IP

Kamis, 22 Okt 2026, 19:10 WIB

JAKARTA - Pelaku industri kreatif Jakarta dan Malaysia berpeluang memperluas pasar melalui penjajakan kemitraan antara MyCreative Ventures Sdn. Bhd. dan Komite Ekonomi Kreatif Jakarta (KE-JKT). Kerja sama yang dirancang untuk tiga tahun ini berfokus pada penguatan akses pembiayaan, jaringan industri, serta peluang komersialisasi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

Kemitraan tersebut diarahkan untuk membantu kreator dan pemilik IP mengembangkan karya menjadi bisnis yang berkelanjutan. Sejumlah sektor yang masuk dalam proposal meliputi IP kreatif, ilustrasi dan seni visual, animasi, serta film.

Ket. Foto: Pelaku industri kreatif Jakarta dan Malaysia berpeluang memperluas pasar melalui penjajakan kemitraan antara MyCreative Ventures Sdn. Bhd. dan Komite Ekonomi Kreatif Jakarta (KE-JKT). Kerja sama yang dirancang untuk tiga tahun ini berfokus pada penguatan akses pembiayaan, jaringan industri, serta peluang komersialisasi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). — Sumber: Istimewa

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jakarta, Robby Wahyudi, mengatakan pengembangan industri kreatif membutuhkan ekosistem yang dapat menghubungkan kreator dengan sumber pembiayaan dan pasar. Ia berharap penjajakan dengan MyCreative dapat membuka peluang bisnis konkret bagi pelaku kreatif Jakarta melalui koneksi dengan investor dan mitra komersial di Malaysia.

"Jakarta memiliki ekosistem pelaku kreatif dan pemilik kekayaan intelektual yang terus berkembang. Namun, potensi tersebut perlu didukung akses pembiayaan, jaringan industri, dan peluang pasar yang lebih luas. Melalui penjajakan kerja sama dengan MyCreative, kami ingin membuka ruang kolaborasi yang memungkinkan pelaku kreatif Jakarta terhubung dengan investor, mitra komersial, dan ekosistem industri di Malaysia. Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi berkembang menjadi peluang bisnis konkret yang memberikan nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif," kata Robby.

1. Menghubungkan Pembiayaan dan Peluang Bisnis

MyCreative merupakan agensi investasi dan pengembangan ekonomi kreatif Malaysia yang memberikan dukungan kepada perusahaan kreatif melalui skema hibah, pinjaman, dan ekuitas. Sementara itu, KE-JKT berperan menghimpun pelaku industri kreatif serta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kreatif di ibu kota.

CEO MyCreative Ventures, Zainol Haqim Zainol Rashid, menilai industri kreatif memerlukan dukungan yang menghubungkan kreativitas dengan pembiayaan, pengembangan usaha, dan akses pasar. Menurutnya, penjajakan kemitraan dengan KE-JKT dapat memperkuat hubungan industri kreatif Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam pengembangan IP.

"Melalui penjajakan kemitraan dengan Komite Ekonomi Kreatif Jakarta, kami melihat peluang untuk memperkuat hubungan antara pelaku industri kreatif Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam pengembangan intellectual property atau IP. Pertukaran pengalaman mengenai pembiayaan kreatif, penguatan jejaring industri, dan pembukaan akses pasar diharapkan dapat menciptakan peluang kolaborasi yang saling menguntungkan serta mendukung pertumbuhan bisnis kreatif di kedua pasar," ujar Zainol.

Salah satu agenda yang direncanakan adalah kajian bersama mengenai instrumen pembiayaan kreatif, mulai dari hibah, pinjaman, dan ekuitas hingga pembiayaan berbasis IP. Kajian tersebut diharapkan memperluas pemahaman kedua pihak mengenai skema pendanaan yang dapat diterapkan untuk mendukung perusahaan kreatif dan pemilik IP.

Selain itu, kedua pihak merencanakan forum, kunjungan studi, pengiriman delegasi, serta program peningkatan kapasitas. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mempertemukan kreator, pemilik IP, perusahaan kreatif, investor, dan lembaga publik dari kedua negara.

2. JICAF Jadi Peluang Memperkenalkan IP Malaysia

Pengembangan kerja sama juga diarahkan pada pembukaan akses pasar dua arah, yakni memperkenalkan IP Malaysia kepada jaringan bisnis Jakarta sekaligus membantu IP Jakarta menjangkau platform dan mitra komersial di Malaysia. Salah satu peluang yang dijajaki adalah pemanfaatan Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) sebagai wadah untuk memperkenalkan karya kreator Malaysia kepada pasar Indonesia.

JICAF merupakan platform yang mempertemukan ilustrator, seniman, pemilik IP, merek, dan pelaku industri kreatif melalui pameran serta berbagai program kolaborasi. Melalui platform tersebut, kreator berpeluang membangun hubungan dengan pelaku industri dan calon mitra yang dapat mendukung pengembangan karya serta perluasan pasar.

EnMasse sebagai penyelenggara JICAF berpotensi membantu mempertemukan kreator dengan merek, pelaku industri, dan mitra bisnis di Indonesia. Pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama, termasuk lisensi dan kolaborasi komersial untuk mengembangkan nilai ekonomi IP.

Co-Founder and Director EnMasse, Sunny Gho, menyampaikan apresiasinya terhadap penjajakan kolaborasi dengan Malaysia. Ia berharap platform seperti JICAF dapat menjadi penghubung bagi kreator untuk memperkenalkan karya sekaligus menemukan mitra yang mendukung pengembangan IP.

"Melalui platform seperti JICAF, kami berharap dapat memperkenalkan IP asal Malaysia kepada pasar Indonesia sekaligus mempertemukan para kreator dengan berbagai pihak yang berpotensi mendukung pengembangannya, mulai dari pelaku industri, brand, hingga institusi pemerintah. Dengan begitu, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama dan memperkuat hubungan antara ekosistem kreatif Indonesia dan Malaysia," ujar Sunny.

Peluang tersebut tidak hanya ditujukan bagi kreator Malaysia yang ingin memasuki pasar Indonesia. Pelaku industri kreatif Jakarta juga diharapkan dapat memperluas jaringan, menjalin kemitraan, dan membawa karya mereka ke pasar Malaysia melalui kolaborasi lintas negara.

3. Sejumlah Program Disiapkan untuk Menindaklanjuti Kemitraan

Untuk mendorong realisasi kerja sama, proposal tersebut mengidentifikasi sejumlah keluaran awal, antara lain kunjungan studi KE-JKT ke Malaysia, sesi pertukaran pengetahuan di Jakarta, program percontohan akses pasar, serta penyusunan catatan bersama mengenai wawasan pasar. Program-program tersebut dirancang agar penjajakan kemitraan dapat berkembang menjadi kegiatan yang lebih konkret.

Kedua pihak juga mengusulkan pertukaran data nonrahasia, studi kasus, dan riset bersama yang disepakati. Hasilnya diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai kebutuhan industri kreatif sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.

Dalam peta jalan indikatif, penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tercatat berlangsung pada 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026. Tahap berikutnya diharapkan berfokus pada penerjemahan rencana kerja sama menjadi program yang terukur.

Melalui kemitraan ini, MyCreative dan KE-JKT berupaya menghubungkan pembiayaan, jaringan industri, dan akses pasar untuk memperkuat bisnis kreatif di Malaysia dan Jakarta. Keberhasilan kolaborasi akan bergantung pada pelaksanaan program yang mampu menghadirkan peluang nyata bagi kreator, pemilik IP, dan perusahaan kreatif di kedua negara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.