Dorong Transisi EBT, ESDM Tekankan Pentingnya Hak Nelayan di PLTS Cirata
Kamis, 22 Okt 2026, 02:24 WIBJAKARTA -Â Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Â
"Tantangan pengembangan PLTS Terapung salah satunya adalah bagaimana kita bisa memastikan penerimaan masyarakat sekitar yang sedikit banyak pasti akan terdampak," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Eri Nurcahyanto dalam keterangan resmi dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (21/10).
Menurutnya, pemerintah dan pengembang proyek perlu memberi perhatian khusus bagi nelayan, pemilik Keramba Jaring Apung (KJA), dan masyarakat setempat.
Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika mendampingi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meninjau PLTSÂ Terapung Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (20/10).
Ia mengatakan kunjungan ke PLTS Terapung Cirata untuk menilai pelaksanaan kebijakan dan program Kementerian ESDM telah sejalan dengan pemenuhan HAM.
"Ini merupakan rangkaian kegiatan pengukuran yang terencana dan sistematis untuk melakukan penilaian terhadap situasi hak asasi manusia melalui kebijakan dan program yang dilaksanakan oleh kementerian atau lembaga negara, dalam hal ini adalah Kementerian ESDM," ujarnya.
Menurut dia, PLTS Terapung Cirata salah satu pembangkit listrik berbasis energi terbarukan berskala besar yang memberikan pembelajaran bagi pengembangan proyek sejenis di Indonesia.
Komisioner Komnas HAM Saurlin PÂ Siagian mengatakan kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik baik yang berpotensi diterapkan di wilayah lain.
Menurutnya, penilaian perlu memperhatikan tidak hanya menemukan persoalan, tetapi juga mencari solusi yang dapat dikembangkan lebih luas.
âKita perlu mendorong hal-hal baik agar berkembang lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih luas, sehingga dapat membantu mengatasi persoalan-persoalan lain yang mungkin belum bisa kita selesaikan,â katanya.
Ia menilai pengembangan energi terbarukan memberikan harapan bagi masa depan lingkungan dan generasi mendatang.
Meski demikian, penting untuk menjaga hubungan yang baik antara kegiatan industri dan masyarakat, termasuk memastikan akses nelayan terhadap wilayah tangkap mereka.
Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi dan pelibatan masyarakat sejak sebelum proyek dimulai, supaya potensi dampak terhadap kehidupan masyarakat dapat dibahas sejak awal dan tidak hanya ditangani setelah muncul keluhan.
- komnas ham
- kementerian esdm
- energi baru terbarukan
- plts terapung cirata
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pramuka Deli Serdang Dorong Anggota Jadi Konten Kreator untuk Sebarkan Informasi Positif di Medsos
-
Perum Bulog Bogor Lakukan Pengarungan Beras Bantuan Pangan Oktober–Desember
-
NASA Umumkan Misi Baru Pakai Pesawat Ruang Angkasa Starliner Buatan Boeing
-
Pemkab Sidoarjo Mendorong Inovasi Pemerintahan lewat KISI 2026
-
NTB Siapkan Lahan untuk Markas Kodam Baru Seluas 70 Hektare
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.