Disdikbud Ajak Warga Bumikan Kembali Bahasa Lampung di Area Publik

Kamis, 22 Okt 2026, 14:35 WIB

BANDARLAMPUNG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menilai perlunya memperkuat penggunaan Bahasa Lampung di ruang publik dalam upaya melestarikan bahasa daerah.

"Hari ini Bahasa Lampung kurang familiar di ruang publik, sehingga ini menjadi pengingat bagi kita dalam upaya pelestarian bahasa daerah," ujarnya di Bandarlampung, Kamis (22/10).

Ket. Foto: Ilustrasi - Masyarakat asal Kabupaten Lampung Barat tengah memanen kopi dan masih aktif menggunakan Bahasa Lampung sebagai bahasa percakapan sehari-hari. — Sumber: ANTARA

Ia mengatakan guna meningkatkan penggunaan Bahasa Lampung di ruang publik perlu dibuat desain komunikasi pembelajaran yang lebih efektif.

"Masalah pelestarian dan penggunaan Bahasa Lampung di ruang publik ini perlu menjadi perhatian bersama, karena masyarakat sekarang heterogen dan biasanya percakapan Bahasa Lampung hanya dilakukan di daerah yang homogen misalkan di Kabupaten Waykanan, Pesisir Barat, kalau di Bandarlampung hanya di beberapa wilayah saja," katanya.

Dia menjelaskan penggunaan Bahasa Lampung secara aktif di ruang publik menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian bahasa daerah di tengah perkembangan zaman serta masyarakat yang heterogen.

"Ruang percakapan Bahasa Lampung ini harus terus bertumbuh, ini jadi atensi kami untuk membuat strategi atau pola dalam menumbuhkan penggunaan Bahasa Lampung dalam percakapan di ruang publik," tambahnya.

Menurut dia, pendekatan seni budaya yang dilakukan melalui sekolah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menumbuhkan percakapan berbahasa Lampung di ruang publik.

"Harapannya percakapan Bahasa Lampung bisa tumbuh dan terdengar di ruang publik dengan masuknya seniman ke sekolah, dan kami akan berupaya memperkuat penggunaan Bahasa Lampung di ruang publik," ucap dia.

Dia mengatakan, selain itu juga perlu dibentuk berbagai kegiatan kebudayaan di ruang publik yang dapat disaksikan masyarakat serta menarik kunjungan wisatawan domestik ataupun luar negeri.

"Kita perlu suatu kegiatan kebudayaan yang tidak perlu dimobilisasi, tapi dilakukan secara rutin dalam menampilkan berbagai pertunjukan seni di ruang publik seperti di Yogyakarta ataupun di Bali. Sehingga ini bisa menarik wisatawan sekaligus menyebarluaskan kecintaan akan budaya daerah di ruang publik," kata dia.

  • Disdikbud Bandarlampung
  • Bahasa Lampung

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.