Anthropic Rugi US$80 Miliar dalam Enam Bulan, Ambisi IPO AI Dibayangi Lonjakan Biaya

Kamis, 22 Okt 2026, 00:00 WIB

SAN FRANCISCO - Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) pengembang chatbot Claude, mencatat kerugian bersih lebih dari US$80 miliar pada semester pertama 2026. Lonjakan kerugian ini terjadi di tengah peningkatan pendapatan perusahaan dan persiapan menuju penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Laporan Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Al Jazeera pada Rabu, 21 Oktober 2026, menyebut kerugian tersebut meningkat tajam dibandingkan 13 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, sebagian besar angka kerugian itu berasal dari biaya akuntansi, bukan semata-mata pengeluaran operasional perusahaan.

Ket. Foto: Besarnya kerugian yang dilaporkan tidak serta-merta menunjukkan Anthropic mengalami arus kas negatif dalam jumlah yang sama, mengingat sebagian besar kerugian berasal dari perubahan nilai instrumen keuangan. Namun, angka tersebut menyoroti besarnya risiko keuangan yang menyertai ekspansi perusahaan AI. — Sumber: Istimewa

Dari Al Jazeera, sekitar 72 miliar dolar AS dari kerugian tersebut berkaitan dengan perubahan nilai surat utang konversi dan instrumen keuangan lain yang diterbitkan Anthropic untuk menghimpun pendanaan. Informasi itu disebut berasal dari draf prospektus IPO perusahaan.

Di sisi lain, pendapatan Anthropic justru melonjak. Perusahaan membukukan pendapatan 16,3 miliar dolar AS selama enam bulan hingga 30 Juni 2026, meningkat drastis dibandingkan 1,1 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut diiringi peningkatan biaya infrastruktur. Pengeluaran untuk infrastruktur AI hampir empat kali lipat, mencapai sekitar 9 miliar dolar AS, seiring perusahaan membutuhkan kapasitas komputasi yang semakin besar untuk mengembangkan dan menjalankan model AI.

WSJ juga melaporkan Anthropic memperkirakan kebutuhan belanja hingga 750 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang untuk memperoleh kapasitas komputasi tambahan, termasuk sejumlah kesepakatan yang masih dalam pembahasan.

Besarnya kebutuhan modal ini memperlihatkan tingginya biaya persaingan industri AI. Perusahaan-perusahaan teknologi harus menggelontorkan dana besar untuk chip, pusat data, dan infrastruktur komputasi, sementara investor semakin mempertanyakan seberapa cepat investasi tersebut dapat menghasilkan keuntungan.

Tekanan terhadap valuasi Anthropic mulai terlihat dalam pembicaraan dengan investor. Menurut empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada Reuters, sejumlah investor yang menghadiri acara investor day Anthropic di San Francisco pekan lalu mempertimbangkan valuasi lebih rendah setelah memperoleh informasi keuangan terbaru.

Tiga sumber menyebut para investor membahas valuasi sekitar US$1,5 triliun, turun dari perkiraan sekitar US$2 triliun yang sebelumnya dikaitkan dengan rencana penjualan saham pada November.

Meski menghadapi kerugian besar, Anthropic memiliki salah satu pendorong pertumbuhan utama melalui popularitas Claude Code, asisten pemrograman berbasis AI yang membantu pengembang menulis perangkat lunak dan membangun aplikasi.

Reuters sebelumnya melaporkan pada September bahwa Anthropic mencatat kerugian bersih US$42 miliar sepanjang 2025, berdasarkan informasi yang berkaitan dengan prospektus IPO perusahaan.

Selain persoalan keuangan, Anthropic juga mengidentifikasi risiko terkait keamanan produknya. Dalam dokumen yang dilaporkan WSJ, perusahaan menyoroti kemungkinan model AI disalahgunakan untuk melancarkan serangan siber canggih maupun melakukan pemerasan secara tidak terkendali.

Anthropic tidak menanggapi permintaan komentar, sementara laporan mengenai informasi nonpublik tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Al Jazeera.

Besarnya kerugian yang dilaporkan tidak serta-merta menunjukkan Anthropic mengalami arus kas negatif dalam jumlah yang sama, mengingat sebagian besar kerugian berasal dari perubahan nilai instrumen keuangan. Namun, angka tersebut menyoroti besarnya risiko keuangan yang menyertai ekspansi perusahaan AI.

Bagi Anthropic, tantangan berikutnya adalah meyakinkan investor bahwa lonjakan pendapatan dan penggunaan Claude dapat menopang kebutuhan investasi infrastruktur yang terus membesar. Menjelang IPO, perusahaan harus membuktikan bahwa pertumbuhan bisnisnya mampu menciptakan nilai jangka panjang, bukan sekadar memperbesar skala operasional dan kebutuhan pendanaan.

  • Anthropic

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.