Ada-ada Saja, Gerobak Sampah Warga Jambangan Surabaya 'Digondol' Maling - DLH Langsung Ganti

Kamis, 22 Okt 2026, 15:54 WIB

SURABAYA – Ada-ada saja ulah maling di Surabaya. Bukan sepeda motor atau barang elektronik yang digasak, kali ini justru gerobak sampah milik warga RT 7 RW 6, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, yang raib digondol pencuri.

Padahal, gerobak tersebut bukan sekadar alat angkut sampah. Bagi warga setempat, gerobak itu menjadi andalan untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Bahkan, keberadaannya juga menopang mata pencaharian pengangkut sampah yang setiap hari berkeliling mengambil sampah dari rumah warga untuk dibawa ke tempat penampungan sementara (TPS).

Ket. Foto: Pemkot Surabaya segera menyiapkan gerobak pengganti agar pelayanan kebersihan di lingkungan tersebut tetap berjalan. — Sumber: Istimewa

Gerobak yang dibeli dari hasil urunan warga Kampung Pancasila itu kini menjadi sasaran dugaan pencurian. Akibatnya, aktivitas pengangkutan sampah terancam terganggu jika tidak segera tersedia pengganti.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun turun tangan setelah menerima laporan warga melalui Hotline Lapor Cak Eri. Ia langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya untuk menyediakan gerobak pengganti sekaligus melaporkan dugaan pencurian tersebut kepada polisi.

"Ada gerobak sampah yang dicuri. Padahal sudah jelas gerobak sampah itu digunakan untuk kepentingan masyarakat membuang sampah. Gerobak tersebut merupakan hasil urunan warga dari Kampung Pancasila," kata Eri, Kamis (22/10).

Eri menegaskan, hilangnya gerobak tidak boleh sampai menghentikan pengangkutan sampah ataupun memutus penghasilan pengangkutnya. Karena itu, Pemkot Surabaya segera menyiapkan gerobak pengganti agar pelayanan kebersihan di lingkungan tersebut tetap berjalan.

"Karena pengangkutan sampah tidak boleh berhenti, saya minta tolong agar gerobak itu diganti dengan gerobak sampah dari kita (Pemkot Surabaya). Setelah itu, cari pelakunya sampai ketemu. Kalau perlu, dibantu dengan membuat laporan ke pihak kepolisian," tegasnya.

Kepala DLH Surabaya M Fikser mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah setempat dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Karah untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Menurut Fikser, gerobak yang hilang merupakan satu-satunya sarana pengangkutan sampah di RT 7 RW 6. Kehilangannya bukan hanya menyulitkan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu pekerjaan pengangkut sampah.

"Jadi ada warga kehilangan gerobak sampah. Dan gerobak sampah ini kan satu-satunya mata pencaharian penggeledek, dan satu-satunya sarana yang dipakai oleh RT 7 RW 6 untuk kebersihan," ujar Fikser.

DLH bersama pihak kelurahan berencana membuat laporan resmi ke kepolisian dengan menyertakan rekaman kamera pengawas atau CCTV milik warga. Rekaman tersebut diharapkan menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku.

"Kita buat laporan kehilangan dengan bukti CCTV ke Polsek terkait dengan kehilangan ini," tegasnya.

Tak berhenti di situ, DLH juga berencana menyebarkan informasi mengenai dugaan pencurian tersebut melalui media sosial dan memasang gambar dari rekaman CCTV di sejumlah TPS. Langkah ini diharapkan dapat memperluas informasi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang mengenali petunjuk dalam rekaman untuk membantu penyelidikan.

"Dari gambar CCTV yang kami lihat itu kan ada plat motor. Nanti kami cetak, kita pasang di TPS-TPS. Kita tulis bahwa ini pelaku pencurian lah," tutur Fikser.

Ia berharap, informasi yang beredar dapat membantu polisi menelusuri kasus tersebut. Fikser juga menilai pelaporan resmi penting agar kejadian serupa tidak terus berlalu tanpa penanganan.

"Karena memang enggak pernah laporan (kalau kehilangan) Nah, ini bersama Pak Lurah, kami akan laporan," katanya.

Sementara itu, warga yang melaporkan kehilangan tersebut, El Yusron, mengatakan gerobak itu selama ini menjadi satu-satunya alat untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga menuju TPS setiap hari.

"(Kehilangan gerobak) itu sangat mengganggu daripada distribusi sampah yang selama ini diambil dari rumah setiap warga dan untuk diangkut ke TPS," kata Yusron.

Ia khawatir, jika pengangkutan terhenti selama beberapa hari, sampah akan menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan. Karena itu, ia mengapresiasi respons cepat Pemkot Surabaya yang segera memberikan bantuan gerobak pengganti.

"Kalau sampai saja sampah beberapa hari tidak diangkut, saya tidak bisa membayangkan bagaimana dampaknya kalau sampah ini tidak bisa sepenuhnya dibersihkan," ujarnya.

Yusron pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya melalui DLH yang telah membantu warga mengatasi persoalan tersebut.

"Saya secara pribadi mewakili warga daripada RT 7 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota melalui Kepala DLH yaitu Pak Fikser bersama timnya. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan," pungkasnya.

Kini, gerobak pengganti disiapkan agar sampah warga tetap terangkut. Sementara itu, dugaan pencurian gerobak yang semestinya digunakan untuk kepentingan bersama tersebut akan ditelusuri melalui laporan kepolisian dan petunjuk dari rekaman CCTV.

  • DLH Surabaya

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.