Wisuda 195 Lansia di Sleman untuk Mandiri dan Produktif

Rabu, 21 Okt 2026, 23:17 WIB

Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman mewisuda sebanyak 195 lanjut usia (lansia) yang telah menyelesaikan program Sekolah Lansia Standar 2, sebagai wujud komitmen pemkab dalam mencetak kelompok lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Program pembelajaran dan pemberdayaan ini diselenggarakan di enam kapanewon oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Ket. Foto: Lansia di Sleman, DIY, mengikuti wisuda pada Rabu (22/10). — Sumber: Antara

"Hingga 2026 telah terbentuk 19 Sekolah Lansia yang tersebar di 14 kapanewon di Kabupaten Sleman. Sebanyak 12 sekolah didanai melalui APBD, empat sekolah melalui APBN Kemendukbangga/BKKBN," kata Plt. Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Sleman Muhammad Daroji di Sleman, Rabu.

Sedangkan tiga sekolah lainnya, lanjutnya, terbentuk melalui kemitraan dengan 'Aisyiyah Cabang Sleman, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, dan Yayasan Wredha Mulia.

Daroji menyampaikan wisuda ini merupakan bentuk penghargaan atas semangat, ketekunan, dan komitmen para lansia dalam mengikuti proses pembelajaran.

Menurutnya wisuda tidak sekadar menjadi seremoni penyerahan tanda kelulusan, tetapi juga momentum untuk menegaskan bahwa kesempatan belajar, berkembang, dan berkarya tetap terbuka pada setiap tahap kehidupan.

"Ke depan, Pemkab Sleman berharap Sekolah Lansia dapat dikembangkan di setiap kalurahan agar semakin banyak lansia memperoleh akses pembelajaran dan pemberdayaan secara berkelanjutan," kata Daroji.

Adapun keenam sekolah yang menggelar wisuda pada 2026 meliputi BKL Sehat Ceria (Jongkangan, Tamanmartani, Kalasan) sebanyak 47 lansia, BKL Seger Waras (Sembuhan Lor, Sendangmulyo, Minggir) 25 lansia, BKL Tresno Werdo (Kartodadi, Pakembinangun, Pakem) 26 lansia.

Selanjutnya, BKL Sekar Melati (Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati) 37 lansia, BKL Melati (Sebayu, Triharjo, Sleman) 35 lansia, serta BKL Harapan Sejahtera (Jowah, Sidoluhur, Godean) 25 lansia.

Peningkatan kualitas hidup lansia ini sejalan dengan meningkatnya umur harapan hidup di Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), umur harapan hidup penduduk Sleman pada 2024 mencapai 73,64 tahun untuk laki-laki dan 77,25 tahun untuk perempuan, dengan jumlah lansia pada 2025 tercatat sebanyak 177.634 jiwa atau sekitar 16,7 persen dari total penduduk.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Kemendukbangga/BKKBN, Yayasan Indonesia Ramah Lansia, pemerintah kapanewon dan kalurahan, hingga tenaga pendidik dan keluarga.

"Melalui pengembangan Sekolah Lansia, Pemkab Sleman terus mendorong terwujudnya kabupaten yang ramah lansia, sehingga peningkatan umur harapan hidup juga mencerminkan kualitas kehidupan masyarakat yang semakin baik," kata Daroji.

  • sekolah lansia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.