Warga Tebet Traumatik Pasca Tawuran, Sudin PPAPP Turun Tangan Beri Trauma Healing

Rabu, 21 Okt 2026, 17:52 WIB

JAKARTA - Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan edukasi pola pengasuhan positif bagi warga terdampak tawuran di GOR Kecamatan Tebet. 

"Pendampingan psikososial dan trauma healing ini dilakukan untuk mendukung pemulihan rasa aman dan kenyamanan warga dalam menjalani keseharian," kata Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid di GOR Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Ket. Foto: Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan edukasi pola pengasuhan positif bagi warga terdampak tawuran di Kecamatan Tebet, Jakarta, Rabu (21/10). — Sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Rizky mengatakan layanan ini diadakan untuk membantu warga mengatasi rasa takut dan kecemasan pasca tawuran sekaligus memperkuat peran orang tua dalam mencegah anak terlibat perilaku kekerasan.

Melalui layanan tersebut, warga diberikan ruang untuk menyampaikan perasaan dan kekhawatiran serta memperoleh dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Kehadiran pendamping diharapkan membuat warga merasa didengar dan tidak sendirian dalam menghadapi dampak psikologis akibat tawuran.

"Melalui pendampingan ini diharapkan warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang serta saling mendukung dalam menjaga lingkungan yang aman dari kekerasan," ucapnya.

Selain memberikan dukungan psikososial, lanjut Rizky, Sudin PPAPP Jakarta Selatan juga mengedukasi warga mengenai pola pengasuhan positif.

"Kami mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak sebagai salah satu upaya mencegah perilaku kekerasan," kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kedua orang tua perlu berbagi tanggung jawab dalam membangun komunikasi yang baik, memberikan perhatian, serta menjadi teladan bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.

"Kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui pendampingan yang konsisten," ucapnya.

Rizky memaparkan, pengasuhan positif dapat diterapkan melalui pemberian aturan yang jelas, respons yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, serta penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

Orang tua juga perlu mampu mengendalikan emosi agar upaya mendisiplinkan anak tidak berujung pada perlakuan yang menyakiti.

"Disiplin bertujuan membimbing anak memahami tanggung jawab dan konsekuensi perbuatannya. Karena itu, ketegasan harus disertai penjelasan dan keteladanan. Memukul, mengancam, atau merendahkan anak tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar dalam pengasuhan," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Sulastri mengaku senang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Sudin PPAPP Jakarta Selatan.

"Dukungan psikososial dan edukasi pola asuh sangat penting untuk membantu anak tumbuh dengan baik sekaligus menjauhkan mereka dari perilaku negatif," kata Sulastri.

Ia mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak apabila tawuran kembali terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

"Saya bersama suami rutin mengingatkan anak tentang bahaya tawuran dan risiko yang dapat ditimbulkan," ucapnya.

  • sudin ppapp jaksel
  • trauma healing tebet
  • tawuran tebet
  • pola pengasuhan positif
  • pendampingan psikososial

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.