Trump Isyaratkan Siap Bertemu dengan Putin dan Xi Jinping di Tiongkok

Rabu, 21 Okt 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (19/10) mengisyaratkan kesediaannya bertemu dengan Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Shenzhen bulan depan. Ia mengatakan pertemuan tersebut akan berfokus pada denuklirisasi, tetapi berpotensi membahas perang di Ukraina.

Dilansir dari AFP, Trump juga kembali melontarkan kritik terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang negaranya telah berjuang melawan invasi Russia sejak 2022. Ia menilai sudah saatnya pihak lain mengambil alih perundingan atas nama Ukraina.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. — Sumber: Kent NISHIMURA/AFP

Sebelumnya, Kremlin menyatakan para pemimpin Russia, Tiongkok, dan AS berpotensi bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen bulan depan. Pernyataan itu muncul setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Putin menginginkan pertemuan trilateral untuk merundingkan kesepakatan damai yang menguntungkan Moskow.

"Saya akan melakukannya, bukan karena Ukraina, karena Russia, terus terang, baik-baik saja dengan Ukraina. Mereka tidak melakukan banyak hal," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ia akan menghadiri pertemuan dengan Putin dan Xi untuk membahas Ukraina.

"Kita akan mengadakannya untuk membicarakan senjata nuklir dan denuklirisasi," ujarnya.

Ketika ditanya apakah isu Ukraina akan dibahas dalam pertemuan puncak bersama Xi dan Putin, Trump mengatakan akan melakukan "apa pun yang bisa saya lakukan untuk mengakhiri perang."

Trump juga membela kesepakatan terbaru terkait diesel dengan Putin serta keputusannya mencabut sanksi baru terhadap Moskow. Kebijakan tersebut memicu ketegangan dengan Kyiv dan mendorong Zelensky memperingatkan bahwa pemimpin AS itu berada di pihak yang salah dalam sejarah.

"Zelensky tidak tahu apa yang dia bicarakan," kata Trump ketika ditanya mengenai komentar pemimpin Ukraina tersebut. "Sejujurnya, saya pikir sudah saatnya orang lain bernegosiasi atas nama Ukraina."

Russia meningkatkan serangan terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, Kyiv menuduh Washington menahan informasi intelijen penting dan memperlambat sistem satelit yang digunakan untuk melacak serangan yang datang.

Pada Senin, enam orang, termasuk anak-anak kecil, tewas setelah sebuah drone Russia menghantam taman di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut, menurut pihak berwenang setempat.

Menanggapi laporan Wall Street Journal mengenai kemungkinan pertemuan trilateral tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan ketiga pemimpin berpotensi menghadiri KTT di Tiongkok.

"Mengingat bahwa ketiga kepala negara berpotensi menghadiri pertemuan puncak di Tiongkok, topik pertemuan hipotetis semacam itu memang telah disebutkan," kata Peskov.

Pertemuan Trilateral

KTT APEC dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada 18-19 November. Tiongkok, Russia, dan AS merupakan anggota forum tersebut.

Namun, Peskov menegaskan belum ada pembahasan atau pengajuan usulan substantif mengenai penyelenggaraan pertemuan tersebut, termasuk agenda dan kemungkinan isi pembicaraan.

"Belum ada usulan atau kesepakatan substantif, baik mengenai pertemuan itu sendiri maupun agenda dan isi potensialnya, yang telah dibahas atau diajukan oleh siapa pun," ujarnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan tidak memiliki informasi mengenai kemungkinan pertemuan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menentang gagasan pertemuan tanpa keterlibatan Kyiv.

"Pertemuan trilateral antara para pemimpin Russia, Tiongkok, dan AS hanya akan menghasilkan hal sebaliknya: mendorong Putin untuk melanjutkan perang ini," katanya.

Dalam pernyataan di media sosial, Sybiga juga menyebut Putin "bukanlah pemimpin global; dia adalah penjahat perang".

Peskov mengatakan penyelesaian akhir konflik tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan perwakilan Ukraina yang bersedia memikul tanggung jawab atas kesepakatan tersebut.

  • Diplomasi Global

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.