PU Terjunkan Skema Padat Karya Bersihkan Permukiman Terdampak Banjir Padang, Warga Dapat Insentif
Rabu, 21 Okt 2026, 11:08 WIBJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat dengan skema padat karya. Warga terdampak dilibatkan langsung membersihkan permukiman yang tertimbun lumpur, sekaligus mendapat insentif untuk memulihkan ekonomi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, skema padat karya menjadi strategi utama Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk pemulihan lingkungan, terutama di kawasan perumahan.
"Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lainnya," kata Menteri Dody di Jakarta, Rabu (21/10).
Pendekatan ini bukan yang pertama. Skema serupa sebelumnya diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Selain mempercepat pembersihan, warga juga terbantu secara ekonomi karena tetap mendapat penghasilan.
"Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif," ujar Dody.
Banjir bandang yang melanda pada 10 Oktober 2026 lalu menerjang 3 kecamatan di Padang, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumbar, Rifi Firdaus Lustika menjelaskan, tim teknis telah menyurvei 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan. Dari jumlah itu, 7 lokasi terdampak yang terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola.
"Alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi. Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 mushola tersebut sudah selesai 100 persen dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat," jelas Rifi.
Saat ini, penanganan difokuskan di 2 kawasan permukiman, yakni Lumin Park dan Kampung Tanjung. Warga membersihkan rumah masing-masing, sementara pembersihan jalan dan material berat tetap menggunakan alat berat.
"Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Dan kondisi sekarang sudah bersih dan dapat nyaman digunakan kembali," kata Rifi.
Warga pun merasakan manfaat ganda. Muhammad Taufik, warga Kampung Tanjung, mengaku sangat terbantu.
"Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sangat berterima kasih. Kami diikutsertakan menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk bersih-bersih rumah. Warga bisa libur kerja rutin tapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah," katanya.
Selain Kota Padang, penanganan juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan. Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan, 9 lokasi terdampak material lumpur hingga masuk ke dalam bangunan. Saat ini seluruh pembersihan di lokasi tersebut juga telah selesai.
- Program Padat Karya
- Sumatra Barat
- Kementerian PU
- Banjir Padang
- Pemulihan Pascabencana
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PU Kebut Perbaiki Alur Sungai Batang Baliang di Solok, Sudah 780 Meter Beres
-
PU Pulihkan Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh, Rampung Akhir November
-
Kementerian PU Kebut Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Siap Dibuka Fungsional Saat Nataru, Progres Sudah 66,92 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.