Pemkab Demak Ajak Petani Optimalisasi Lahan Menuju Swasembada Pangan
Rabu, 21 Okt 2026, 16:02 WIBDEMAK -- Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengajak petani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dengan dukungan infrastruktur irigasi serta alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang memadai guna mendukung terwujudnya swasembada pangan.
"Dukungan infrastruktur pertanian, termasuk melalui program irigasi perpompaan (IRPOM), berperan penting dalam menjaga ketersediaan air dan mendukung kelancaran kegiatan pertanian, terutama saat memasuki musim tanam," kata Bupati Demak Eisti'nah di sela-sela kegiatan Wiwitan Tandur Musim Tanam I Kabupaten Demak 2026/2027 di lahan sawah Kelompok Tani Makmur Sejahtera Muteran, Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Rabu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada petani dan seluruh pihak yang terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Demak.
Eisti'anah juga mengapresiasi dukungan BPLIP dari Bandung serta semangat para petani, khususnya di wilayah Kedungori, dalam menyukseskan program pertanian pemerintah.
"Tanpa petani, target dan program Presiden Prabowo di sektor pertanian tidak akan berjalan dengan baik," ujarnya.
Menurut dia, dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tidak hanya melalui pembangunan dan pengelolaan infrastruktur irigasi, tetapi juga penyediaan alsintan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan usaha tani.
Pada 2026, bantuan alsintan senilai Rp10 miliar telah disalurkan untuk mendukung aktivitas pertanian di Kabupaten Demak. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan dukungan serupa dapat berlanjut pada 2027.
Bupati juga menyoroti kondisi Kecamatan Dempet yang mulai memasuki musim tanam dengan ketersediaan air cukup melimpah di sejumlah titik. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi petani untuk memulai penanaman dan mengoptimalkan potensi hasil panen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan mengatakan, ketersediaan infrastruktur irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran Musim Tanam I 2026/2027.
Pada 2026, Kabupaten Demak memperoleh bantuan dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) melalui program pembangunan irigasi perpompaan sebanyak 93 unit. Dari jumlah tersebut, 30 unit menggunakan sumber energi listrik, sedangkan 63 unit lainnya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Selain itu, terdapat kegiatan konservasi di sembilan titik dengan total anggaran mencapai Rp2,033 miliar. Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima manfaat.
Agus menegaskan, bantuan dari kementerian tersebut diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.
"Semua bantuan ini tidak ada pungutan biaya. Kami berharap fasilitas yang sudah diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan pertanian," ujarnya.
Ia menjelaskan, target luas tanam padi Kabupaten Demak pada Musim Tanam I mencapai 48.088 hektare. Hingga awal musim tanam, realisasi penanaman baru mencapai 430 hektare dan masih berlangsung secara bertahap seiring dengan ketersediaan air yang belum merata di seluruh wilayah.
Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah daerah juga berkoordinasi untuk menjamin pasokan pupuk bagi petani selama Musim Tanam I. Langkah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana produksi dan mencegah kelangkaan pupuk yang berpotensi menghambat kegiatan usaha tani.
- Optimalisasi lahan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Ini Tanggapan KPK Soal Laporan Abraham Samad terkait Pagar Laut Tangerang
-
Pembangunan Embung Pondok Labu Rampung Desember 2026, Biaya Rp63,87 miliar
-
Soal Pajak THR, Menkeu Sebut ASN Ditanggung Negara, Pekerja Swasta Diminta Bicara ke Bos
-
Defisit Perdagangan Kanada Membengkak Hingga 3,6 Miliar Dollar
-
BPBD Tulungagung: Hujan Picu Banjir di Sejumlah Wilayah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.