Dinas Pertanian Kalimantan Selatan: Produksi Cabai Rawit Naik 54,06 Persen Jadi 13.942 Ton

Rabu, 21 Okt 2026, 11:42 WIB

BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat produksi cabai rawit  mencapai 13,9 ribu ton lebih pada triwulan III 2026, meningkat 54,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9 ribu ton lebih

“Data produksi yang akurat dan mutakhir ini menjadi dasar penting untuk mengevaluasi capaian pertanian, menyusun perencanaan, serta menetapkan program pembangunan hortikultura sesuai kondisi aktual di lapangan,” kata Kepala Bidang Hortikultura DPKP Kalsel Amir Sahlan pada pertemuan Sinkronisasi Data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) Triwulan III 2026 di Banjarbaru, Selasa(20/10).

Ket. Foto: DPKP Kalsel menggelar pertemuan Sinkronisasi Data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) Triwulan III 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (20/10/2026). — Sumber: ANTARA

Selain cabai rawit, produksi cabai besar meningkat 43,44 persen dari 8.476 ton pada Triwulan III 2025 menjadi 12.158 ton pada periode yang sama 2026, sedangkan produksi pisang naik 2,09 persen dari 57.031 ton menjadi 58.221 ton.

Produksi jeruk siam mencatat kenaikan tertinggi secara persentase sebesar 176,43 persen, dari 49.783 ton menjadi 137.609 ton, sementara produksi bawang merah turun 32,41 persen dari 262,67 ton menjadi 177,53 ton dan durian berkurang 49,60 persen dari 15.307 ton menjadi 7.715 ton.

Amir mengatakan perbedaan capaian produksi antarkomoditas menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk mempertahankan peningkatan sekaligus menelaah penurunan produksi, sehingga langkah perbaikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengembangan hortikultura di setiap daerah.

“Sinkronisasi data diperlukan untuk menyamakan angka pelaporan antarlembaga serta menyelesaikan kendala pengumpulan data, agar statistik yang dihasilkan lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan pertanian,” ujarnya.

Dia menyebutkan, Kalimantan Selatan memiliki potensi hortikultura yang mencakup sayuran, buah-buahan, dan tanaman biofarmaka.

Melalui pertemuan Sinkronisasi Data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) Triwulan III 2026, DPKP Kalsel berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan BPS dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk meningkatkan kualitas data serta mendukung program pembangunan pertanian yang lebih terukur dan tepat sasaran.

  • cabai rawit
  • Dinas Pertanian Kalimantan Selatan

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.