Sekjen PBB Puji Proyek Energi Surya 100 Gigawatt dan Percepatan Transisi Hijau di Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026, 20:40 WIBJAKARTA â Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, menyoroti peran krusial Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global. Secara khusus dia memuji program energi surya 100 gigawatt (GW) dan swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Guterres, percepatan energi bersih atau transisi hijau tidak hanya penting untuk menekan emisi. Ini juga menjadi motor penggerak industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing ekonomi Indonesia.
Hal tersebut diungkapkannya pada sebuah diskusi di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Senin (19/10) sore. âSaya mengapresiasi program energi surya 100 gigawatt dari Presiden Prabowo serta target kemandirian energi untuk mempercepat transisi tersebut,â ujar dia.
Guterres menegaskan PBB turut mendukung penguatan infrastruktur jaringan listrik regional di kawasan Asean. âIni dilakukan melalui Global Grids Accelerator,â kata dia.
Guterres menegaskan transisi energi di negara berkembang membutuhkan dukungan pendanaan yang konkret dari negara-negara maju. Karena itu, dia mendesak agar komitmen penyediaan dana USD300 miliar per tahun, untuk transisi hijau dapat segera direalisasikan.
Sekjen PBB juga menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai rumah bagi berbagai mineral krusial yang menopang revolusi energi terbarukan global. Menurut dia, negara kaya mineral seperti Indonesia, harus mendapatkan porsi nilai ekonomi yang jauh lebih besar.
Ini bertujuan agar negara tersebut mampu membangun industri lokal yang mandiri. âJangan lagi ada penjarahan maupun eksploitasi karena kita harus menjaga keanekaragaman hayati dunia,â ujar dia.
Guterres menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi bagi negara-negara berkembang untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri. Sehingga transformasi industri hijau dapat berjalan adil dan menyejahterakan masyarakat setempat.
Di samping transisi energi, Guterres turut mengapresiasi langkah nyata Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayatinya. Dia memuji komitmen pelestarian hutan, laut, dan lahan gambut, serta penguatan penegakan hukum demi menjaga warisan alam.
Guterres menegaskan kerja sama global dan multilateralisme yang efektif adalah kunci utama untuk meredam dampak buruk perubahan iklim. Menurut dia, negara-negara rentan seringkali harus menanggung dampak terberat dengan bencana ekologis hingga kerugian ekonomi yang masif.
âSaya memuji Indonesia atas segala upaya yang dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayatinya yang luar biasa,â ujar dia. âIndonesia juga berhasil meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum guna menjaga warisan alam ini demi kemanusiaan.â ils/I-1
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- Sekjen PBB
- Swasembada Energi
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Asian Games 2026 di Jepang Berakhir: Rekor, Kontroversi, dan Hujan Mewarnai Pesta Olahraga Asia
-
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Andi Gani Sebut Ini Sejarah Besar Perjuangan Buruh
-
Kodim Jayawijaya Dorong Profesionalisme Prajurit pada HUT ke-81 TNI
-
TNI Harus Adaptif Hadapi Ancaman Perang Modern
-
90 Personel Dikerahkan untuk Mengatasi Kebakaran Permukiman di Tenggarong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.