Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
Selasa, 20 Okt 2026, 21:50 WIBJAKARTA - Produksi kapal baru nasional melonjak signifikan hingga 251,7 persen pada 2025. Dari hanya 187,71 ribu DWT Deadweight Tonnage) pada 2024, naik menjadi 660,11 ribu DWT pada 2025.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan, lonjakan ini harus jadi momentum kebangkitan industri galangan nasional. Ia mengingatkan, sebagai negara kepulauan yang dihubungkan laut, Indonesia rugi besar jika tidak kuat di industri perkapalan.
"Potensi galangan kapal kita sebenarnya luar biasa, baik untuk memproduksi maupun mereparasi kapal. Indonesia adalah negara yang dihubungkan oleh laut. Kebutuhan terhadap transportasi kapal sangat besar. Karena itu, kalau Indonesia tidak kuat di bidang ini, sebenarnya kita rugi sekali," kata Sarmuji saat melantik Pengurus DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Masa Bakti 2026-2030 di Jakarta, Selasa (20/10).
Menperin menyoroti ironi di balik potensi besar itu. Di saat kebutuhan kapal penumpang dan pengangkut barang sangat besar, kinerja pembangunan kapal baru justru berfluktuasi tajam.
Data Kemenperin mencatat, produksi kapal baru sempat naik dari 163,87 ribu DWT pada 2021 menjadi 461,29 ribu DWT pada 2022, lalu 940,21 ribu DWT pada 2023, sebelum anjlok di 2024. Sementara reparasi kapal naik tipis dari 11,08 juta DWT menjadi 11,57 juta DWT.
Lebih miris lagi, neraca perdagangan kapal masih defisit. Sepanjang 2022 hingga Juni 2026, ekspor kapal tercatat USD4,53 miliar, sementara impornya mencapai USD5,30 miliar.
"Kalau dibandingkan dengan negara lain yang sudah lebih maju, kita harus melakukan refleksi diri. Dengan potensi yang kita miliki dibandingkan dengan realitas saat ini, tentu masih banyak yang harus kita kejar," ujar Sarmuji.
Karena itu, ia mendesak kolaborasi erat antara pemerintah, IPERINDO, dan seluruh pelaku industri. Penguatan ekosistem harus dilakukan melalui peningkatan komponen dalam negeri, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, serta penguatan rantai pasok untuk mendongkrak TKDN.
Industri alat angkutan sendiri sebenarnya menunjukkan tren positif dengan tumbuh 5,54 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat industri perkapalan.
Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami menyambut tantangan tersebut. Ia menyebut pengukuhan pengurus baru menjadi momentum transformasi galangan.
"Pengukuhan oleh Bapak Menteri memberikan semangat bagi kami untuk bekerja secara maksimal. Kami akan berupaya mengoptimalkan potensi yang ada, baik dalam industri reparasi maupun pembangunan kapal baru," ujar Anita.
IPERINDO berkomitmen mendorong transformasi teknologi dan digitalisasi agar proses produksi lebih efisien dan berdaya saing tinggi.
Menperin berharap, dengan penguatan kapasitas produksi dan sinergi yang kuat, industri perkapalan nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan armada dalam negeri untuk konektivitas antarpulau dan logistik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
- Industri Nasional
- Kementerian Perindustrian
- Galangan Kapal
- muhammad sarmuji
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
-
Siapkan Dana Raksasa, Pramono Anung Bakal Sulap Kawasan Kumuh Tanah Abang Pakai Canggihnya Teknologi
-
Menperin Sarmuji Bidik Rumput Laut RI Jadi Nomor Satu Dunia Lewat ISDAP 2026-2030
-
Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
-
IKM Hijau Jadi Masa Depan, Kemenperin Siapkan Akses Pasar dan Pembiayaan Berkelanjutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.