Keren Penilaian Ini, Sekjen PBB Soroti Corak Batik Beri Pelajaran Bagi Multilateralisme

Selasa, 20 Okt 2026, 05:37 WIB

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai batik Indonesia memberi pelajaran dan hikmah tentang bagaimana multilateralisme mesti terjalin di dunia ini.

Dalam agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Senin, dia menyebut batik merupakan tradisi yang terbentuk dari banyak pengaruh budaya luar seperti Arab, China, hingga Eropa, Jepang, Asia Selatan, dan Persia.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan paparannya saat kunjunggannya di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (19/10). — Sumber: Antara foto

“Melalui perjumpaan-perjumpaan itu batik tetap terjalin erat dengan identitas budaya Indonesia sendiri. Ada pelajaran di sini bagi multilateralisme,” kata Sekjen Guterres dalam kesempatan tersebut.

Ia berkata sebuah motif batik “tidak dapat dibekukan oleh waktu”, dengan garis-garis baru yang bermunculan dan warna-warna baru yang hadir di tempatnya membentuk sebuah corak batik nan berpancawarna lagi kaya bentuk.

“Hal yang sama juga berlaku bagi dunia kita. Seiring munculnya kekuatan baru dan tantangan baru, institusi kita harus memberi ruang bagi suara dan realitas baru,” ucap Sekjen PBB.

Guterres mengandaikan rangkaian proses pembuatan corak batik sama seperti bagaimana komunitas dunia mesti “menciptakan motif” yang lebih mencerminkan dunia saat ini serta dunia yang sedang dicita-citakan umat manusia.

Dengan demikian, komunitas dunia kini memiliki tugas membuat “corak batik” tersebut melalui reformasi institusi multilateral serta saling dukung untuk memajukan HAM, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunitas internasional memastikan aspirasi dan posisi tiap negara dapat diperhatikan dan diakomodasi saat membangun dunia sesuai tujuan bersama. “Motif ini milik kita untuk dibentuk bersama-sama,” tambahnya.

Di samping itu, Sekjen PBB mengakui bahwa batik Indonesia merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang begitu unik. Karena itu, tak mengherankan jika UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, ucap dia.

Dalam kunjungannya ke Indonesia pada 17—19 Oktober 2026, Sekjen PBB Antonio Guterres melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto, kemudian berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Kabupaten Bogor, dan menyampaikan pidato soal multilateralisme di Kemlu RI.

Adapun saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sekjen Guterres tampak mengenakan kemeja berlengan panjang dengan batik motif parang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.