Filipina Panggil Dubes Tiongkok Terkait Pernyataan Provokatif

Selasa, 20 Okt 2026, 02:30 WIB

MANILA - Kementerian Luar Negeri Filipina pada Senin (19/10) memanggil duta besar Tiongkok untuk menyampaikan keprihatinan serius dan keberatan keras atas pernyataan duta besar tersebut yang menurut kementerian mengandung ancaman penggunaan kekerasan.

Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa Lazaro, memanggil Duta Besar Jing Quan dan mengatakan kepadanya bahwa komentar yang ia sampaikan kepada media pekan lalu bersifat provokatif dan tidak dapat diterima, kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Jing Quan — Sumber: Chinese Embassy Manila

Dubes Jing mengatakan kepada wartawan bahwa Tiongkok akan dengan mudah memenangkan konflik antara kedua negara, tetapi Beijing tidak akan menggunakan kekerasan karena Tiongkok mencintai perdamaian.

Perselisihan diplomatik ini mengemuka menyusul terjadinya serangkaian insiden yang melibatkan militer dan penjaga pantai kedua negara tetangga yang terjadi di wilayah sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Beijing mengklaim sebagian besar jalur perairan strategis tersebut meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum.

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, yang menyebut Beijing sebagai pembuat onar di kawasan itu, Dubes Jing mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa Manila seharusnya merasa beruntung memiliki tetangga seperti Tiongkok.

"Jika kita ingin menggunakan kekerasan, kita mungkin akan menang dengan mudah. Tetapi tidak, kita tidak akan memilih kekerasan, dan kita mencintai perdamaian," kata dia setelah berpidato di sebuah sekolah di Manila.

Seruan Pengusiran

Komentar tersebut memicu seruan dari para politisi, termasuk setidaknya dua senator yang masih menjabat, yang meminta agar Manila mengusir duta besar tersebut.

"Kementerian (Luar Negeri) berhak untuk mengambil tindakan diplomatik lebih lanjut jika dianggap perlu," demikian bunyi pernyataan kementerian itu pada Senin.

Beijing pada Senin juga menyatakan bahwa mereka menentang beberapa individu di Filipina yang dengan sengaja membesar-besarkan isu-isu terkait Tiongkok dan merusak hubungan Tiongkok-Filipina.

"Pihak Filipina harus secara efektif menahan ucapan dan perbuatan tidak bertanggung jawab dari politisi individu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin.

Perselisihan diplomatik antara Tiongkok dan Filipina semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, biasanya terkait dengan kebuntuan dan bentrokan antara kapal-kapal saingan di LTS.

Manila menuduh penjaga pantai Tiongkok melakukan tindakan agresif di zona ekonomi eksklusif Filipina, sementara Beijing bersikeras bahwa mereka menegakkan hukum terhadap kapal-kapal yang melanggar wilayahnya.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pemanggilan duta besar tersebut. Pekan lalu, kedutaan mengatakan bahwa pernyataan Dubes Jing telah dikutip secara selektif dan komentarnya ditafsirkan secara berlebihan.

Menlu Lazaro mengatakan kepada Dubes Jing bahwa komentar tersebut memperburuk suasana yang sudah sensitif antara kedua negara dan melemahkan upaya bersama untuk membangun pemahaman dan kerja sama, kata Kementerian Luar Negeri Filipina

Ia mengatakan bahwa isu-isu sensitif harus ditangani melalui saluran diplomatik yang telah ditetapkan dan mekanisme bilateral yang memberikan ruang untuk dialog dan keterlibatan. AFP/CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.