FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Online Modus Pig Butchering
Selasa, 20 Okt 2026, 09:05 WIBJAKARTA - Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah menerima apresiasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI) atas keberhasilan mengungkap kasus penipuan daring lintas negara bermodus pig butchering scam. Penghargaan tersebut diberikan dalam audiensi delegasi FBI dan Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng.
Dalam pertemuan tersebut, Son Nguyen selaku Acting FBI Legat Attaché for Indonesia and Timor-Leste menyerahkan sertifikat penghargaan dari FBI kepada Kapolda Jateng dan Ditressiber Polda Jateng. Apresiasi itu menjadi bentuk pengakuan atas penanganan perkara penipuan daring yang menyasar korban lintas negara.
Kapolda Jateng menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara FBI dan Polda Jateng. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks, terorganisasi, dan tidak mengenal batas wilayah negara.
Pengungkapan kasus tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga penegak hukum dalam menelusuri aktivitas kejahatan digital. Kolaborasi diperlukan untuk mengidentifikasi jaringan pelaku, mengumpulkan informasi, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap tindak pidana yang melibatkan lebih dari satu negara.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, penghargaan dari FBI menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan dalam menangani berbagai bentuk kejahatan siber. Ia menilai koordinasi internasional berperan penting karena pelaku, korban, dan aliran dana dalam kasus penipuan daring dapat berada di negara berbeda.
âPenghargaan dari FBI ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam pengungkapan perkara pig butchering scam. Kami memandang kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi yang baik serta pertukaran informasi melalui mekanisme resmi,â ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan, Ditressiber Polda Jateng akan terus mengembangkan kemampuan penyidikan, terutama dalam penelusuran jejak digital, analisis bukti elektronik, pengungkapan jaringan pelaku, serta penanganan perkara yang melibatkan teknologi dan transaksi keuangan digital. Menurutnya, pengungkapan suatu kasus juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan di ruang digital.
Ia menjelaskan, dalam audiensi tersebut, FBI turut mengundang empat personel Ditressiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan yang akan diselenggarakan di Bali pada November 2026. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyidik sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman dalam penanganan kejahatan siber.
âKami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara di wilayah Jawa Tengah,â lanjutnya.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas personel dalam menghadapi kejahatan digital yang terus berkembang. Kemampuan menelusuri bukti elektronik dan menganalisis transaksi digital diperlukan untuk membantu penyidik mengungkap pola kejahatan serta menelusuri keterkaitan antarpihak yang terlibat.
Audiensi di Mapolda Jateng tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan FBI dan OPDAT Kedutaan Besar Amerika Serikat. Delegasi yang hadir antara lain Rob Nelson selaku Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime, Tomika Patterson selaku Resident Legat Advisor OPDAT, Cut Yunita sebagai staf lokal OPDAT, serta Ranita Agustina dari FBI Legat Office.
Sejumlah pejabat utama Polda Jateng juga mengikuti pertemuan tersebut, termasuk Irwasda, Kabid Humas, Dirreskrimum, Dirres PPA PPO, dan Dirreskrimsus. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari koordinasi antarlembaga dalam memperkuat penanganan kejahatan yang memiliki dimensi lintas negara.
Melalui kerja sama tersebut, Polda Jateng menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kemampuan penyidikan dan memperkuat koordinasi dengan lembaga penegak hukum internasional. Upaya ini diharapkan dapat mendukung penanganan kasus penipuan daring serta mengantisipasi berbagai modus kejahatan siber yang merugikan masyarakat.
- Kejahatan Siber
- FBI
- Polda Jawa Tengah
- Kejahatan Lintas Negara
- Polda Jateng
- Sindikat Penipuan Online
- Federal Bureau Investigation (FBI)
- Ditressiber Polda Jateng
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
ICF 2026 di Bali Jadi Momentum Dorong Cerutu Lokal Tembus Pasar Global
-
VAR Salah! Badan Wasit Liga Inggris Akui Gol Haaland ke Gawang MU Seharusnya Dianulir
-
Lima Mahasiswa UI Rancang Prototipe Sistem Pendingin Ruangan Hemat Energi
-
Bukan Cuma Lolos! Timnas Putri U17 Pasang Target Juara Grup B di Kualifikasi Piala Asia 2027
-
Timnas Indonesia Raih Gelar Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.