BPOM Kolaborasi dengan Kemenpar untuk Perkuat Keamanan Pangan dan Desa Wisata
Selasa, 20 Okt 2026, 14:58 WIBJAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk memperkuat keamanan pangan di desa wisata. Sinergi ini diharapkan meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata lokal.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan integrasi program Desa Pangan Aman dan desa wisata dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan membuat edukasi keamanan pangan lebih dekat dengan warga desa.
âKalau kita berpadu dengan program yang sama, misalnya desa pangan aman atau desa budaya, masyarakat akan nyaman bahagia. Jadi sinergi program desa pangan aman BPOM dengan desa wisata Kementerian Pariwisata ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,â ujar Taruna dalam pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA), di Kantor BPOM Jakarta, Selasa (20/10).
Taruna menjelaskan bahwa pengawasan BPOM mencakup seluruh tahapan peredaran obat dan makanan. Selain penindakan, BPOM mengutamakan edukasi, pembimbingan, dan pendampingan kepada masyarakat.
âTupoksi kami dari hulu sampai hilir, pre-market hingga post-market. Mulai dari edukasi, membimbing, asistensi pendampingan dan tentu fungsi penindakan itu cuma palingan sekitar sepuluh persen,â kata dia.
Menurut dia, penindakan tetap diperlukan untuk mencegah pelanggaran di bidang obat dan makanan serta melindungi masyarakat. Namun, pelayanan dan pendampingan perlu diperkuat agar masyarakat tidak segan berinteraksi dengan petugas BPOM.
Program Desa Pangan Aman telah dijalankan BPOM sejak 2017 sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keamanan pangan. Pada 2025, program tersebut telah menjangkau 6.322 desa dan kelurahan.
âKhusus untuk tahun 2025 saja kita sudah ada desa pangan aman di 6.322 desa dan kelurahan. Dengan demikian sinergi akan memperluas cakupan ini, selain masyarakat merasa nyaman, Badan POM juga merasa target bisa tercapai,â ujar Taruna.
Ia juga menyebut sekitar 160.000 anggota komunitas telah mendapat bimbingan langsung mengenai keamanan pangan. Selain itu, BPOM menerbitkan 782 jenis sertifikat, termasuk sertifikat bagi industri pangan olahan rumah tangga.
BPOM dan Kementerian Pariwisata menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung pelaksanaan program bersama. Kolaborasi ini diharapkan mengintegrasikan edukasi keamanan pangan dengan pengembangan desa wisata lokal. ils/I-1
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- Kemenpar
- Desa Wisata
- keamanan pangan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Yili Indonesia Perkuat SDM UMKM Daerah melalui Kolaborasi Keamanan Pangan
-
Tambang Emas Ilegal di Kangkuro Sigi Jadi Sorotan, Bupati: Sudah Ditutup Dua Kali tapi Dibuka Lagi
-
Gempa M6,1 Guncang Sumba, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
-
Target ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia
-
BPOM Segel Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto: Omzet Rp9 Miliar per Tahun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.