Kekeringan Meluas, Bantul Salurkan 6,6 Juta Liter Air Bersih
Senin, 19 Okt 2026, 17:00 WIBBANTULâLebih dari 14 ribu warga di sembilan kapanewon Kabupaten Bantul membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau tahun ini. Hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 6,65 juta liter air telah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan melalui 1.301 pengiriman tangki.
Kondisi tersebut terjadi ketika Bantul tercatat sebagai salah satu daerah dengan durasi hari tanpa hujan (HTH) terlama di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan distribusi air bersih tetap dilakukan selama kebutuhan masyarakat masih tinggi.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kondisi cuaca tersebut bersifat dinamis sehingga pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
"Ya, itu fakta yang kita terima seperti itu. Tetapi kan kondisi semacam ini tidak tetap," katanya di Bantul, Senin (19/10).
Menurut Halim, penanganan krisis air tidak hanya mengandalkan pengiriman melalui mobil tangki. Penyediaan sumber air melalui sumur bor juga menjadi bagian dari langkah untuk menjaga ketersediaan air bagi warga.
"Saya yakin ya dengan adanya penyediaan air, baik dropping maupun sumur pompa yang ada di masyarakat, kita masih bisa mengatasi krisis air ini," ujarnya.
Distribusi air, lanjut Halim, akan tetap diarahkan ke wilayah yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah daerah juga memperhitungkan datangnya musim hujan yang diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan pengiriman air.
"Kita masih mampu untuk terus melakukan dropping air di daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Tapi insyaallah ini sebentar lagi sudah memasuki musim hujan," katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan wilayah perbukitan dan dataran tinggi menjadi kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Kondisi kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan.
"Penanganan dropping air bersih telah dilaksanakan mulai 20 Juni 2026 hingga hari ini," katanya.
Sejak distribusi dimulai, sebanyak 6.658.000 liter air bersih telah disalurkan melalui 1.301 tangki. Pengiriman melibatkan 256 tangki dari BPBD Bantul, 186 tangki dari Palang Merah Indonesia (PMI), 44 tangki dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta 815 tangki yang berasal dari donasi.
Bantuan tersebut menjangkau 52 dusun di 19 kalurahan yang tersebar pada sembilan kapanewon. Sebanyak 3.579 kepala keluarga (KK) atau 14.332 jiwa tercatat menerima pasokan air bersih.
Pundong menjadi wilayah dengan jumlah distribusi terbanyak, yakni 424 tangki. Berikutnya Imogiri menerima 371 tangki, Dlingo 292 tangki, Piyungan 85 tangki, Pajangan 73 tangki, Sedayu 29 tangki, Kasihan 15 tangki, Srandakan tujuh tangki, serta Bambanglipuro empat tangki.
"Pundong jadi wilayah dengan distribusi terbesar, yaitu mencapai 2.120.000 liter atau 424 tangki untuk 331 KK/604 jiwa," pungkasnya.
- air bersih
- kekeringan
- Bantul
- BPBD
- hari tanpa hujan
- Dampak Kemarau
Redaktur: Eko S
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan
-
Jadi Target Serangan Teror, AS Tarik Semua Pesawat Bombernya dari Pangkalan Militer di Inggris
-
Lebih Tua dari Jakarta, Tiga Buku Sejarah 500 Tahun Banjarmasin Ini Wajib Dibaca Generasi Muda
-
Joshua Zirkzee Jadi Penentu Kemenangan Belanda atas Serbia
-
Tahan Malaysia dengan 10 Pemain, John Herdman Minta GBK Bergemuruh Lawan Bangladesh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.