- Home
-
- Megapolitan
-
- Asap Karhutla di Langit Ja...
Asap Karhutla di Langit Jakarta Sudah Berkurang, Pemprov Tetap Siagakan Water Mist
Senin, 19 Okt 2026, 11:25 WIBJAKARTA - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menyebutkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai berkurang di wilayah DKI Jakarta sejak Jumat (16/10).
âBerkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,â kata Chico melalui pesan singkat, Senin (19/10).
Meski begitu, Pemprov DKI tetap menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan "water mist" (kabut air), meski sebaran asap di Jakarta akibat karhutla.
âPemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi,â kata Chico.
Pemprov DKI terus memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi terkait sebaran asap karhutla yang sempat terdeteksi di atmosfer atas wilayah Jabodetabek.
Chico menjelaskan, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10).
âLapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat,â ujarnya.
Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring perubahan pola angin.
Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap menjaga kewaspadaan karena kualitas udara di Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal seperti emisi transportasi dan industri, serta kondisi musim kemarau.
Chico menyebut, beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan parameter kritispartikulat halus PM2.5.
âGubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan kesiap siagaan penuh fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (total 367 fasilitas) disiagakan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau ISPA,â jelasnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berkoordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan yang ada agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan dapat diberikan secara sigap.
Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap menjadi opsi yang disiapkan untuk berkoordinasi dengan instansi terkait.
âPemprov DKI terus melakukan pemantauan real-time melalui stasiun pemantau kualitas udara, sensor emisi, serta koordinasi erat dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup,â kata Chico.
Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, kata dia, opsi lanjutan seperti rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan.
âKami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga. Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi,â ucapnya.
- asap karhutla
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.