Zverev dan Medvedev Tersingkir, Final Shanghai Masters Sajikan Laga Sesama Petenis Spanyol
Minggu, 18 Okt 2026, 08:05 WIBSHANGHAI â Kejutan mewarnai semifinal Shanghai Masters setelah dua unggulan, Alexander Zverev dan Daniil Medvedev, tersingkir pada hari Sabtu (17/10) malam waktu setempat. Hasil tersebut memastikan final turnamen tenis bergengsi level ATP Masters 1000 itu akan mempertemukan dua petenis Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina dan Rafael Jodar.
Davidovich Fokina, yang menempati peringkat ke-26 dunia, lebih dahulu memastikan tempat di final setelah bangkit untuk menaklukkan unggulan teratas Zverev dengan skor 5-7, 6-4, 6-3.
Sementara itu, Jodar yang berusia 20 tahun tampil impresif dengan menundukkan Medvedev, mantan petenis nomor satu dunia, dua set langsung 6-3, 6-4. Kemenangan tersebut mengubur ambisi Medvedev untuk kembali tampil di partai puncak turnamen yang pernah dimenanginya pada 2019.
Bagi Jodar, keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya. Ia untuk pertama kalinya menembus final turnamen level Masters 1000 setelah mengawali musim di peringkat ke-168 dunia. Kini, namanya telah melesat ke jajaran 20 besar, tepatnya peringkat ke-13.
âSangat menyenangkan,â kata Jodar kepada penonton seusai pertandingan. Ia mengakui Medvedev memberikan perlawanan sengit sehingga kemenangan tersebut tidak mudah diraih.
âSemua gim berlangsung sangat ketat. Saya sangat senang dengan cara saya menangani momen-momen penting. Saya merasa mampu menunjukkan permainan terbaik,â ujarnya.
Pertarungan Jodar melawan Medvedev langsung berlangsung sengit sejak gim pertama. Keduanya memainkan gim pembuka selama 13 menit sebelum Jodar akhirnya mampu mempertahankan servisnya.
Kedua petenis kemudian saling mematahkan servis dalam pertandingan yang diwarnai reli-reli panjang dan melelahkan. Kondisi udara yang lembap turut menguji daya tahan fisik, terutama bagi Medvedev yang terlihat beberapa kali bertumpu pada raketnya untuk memulihkan tenaga.
Medvedev, yang berusia 30 tahun dan kini menempati peringkat keenam dunia, mengakui kelelahan turut memengaruhi penampilannya. Namun, ia juga memberikan apresiasi kepada lawannya yang tampil lebih baik pada momen-momen menentukan.
âPertandingan ini tidak mudah. Saya sedikit kelelahan, tetapi itu bagian dari permainan. Saya rasa dia juga lelah, hanya saja dia mampu mengatasinya lebih baik daripada saya,â ujar Medvedev.
Menurut juara US Open 2021 tersebut, Jodar juga tampil lebih efektif ketika menerima servis.
âDia lebih baik dalam pengembalian servis dibandingkan saya. Dia pemain hebat,â katanya.
Medvedev bahkan menilai kualitas permainan Jodar sudah selevel dengan petenis-petenis elite dunia.
âDia pemain 10 besar. Ini bukan situasi ketika seseorang berada di peringkat ke-60 dunia lalu kita mulai membicarakannya,â ucapnya.
Medvedev sempat menyelamatkan empat set point, tetapi Jodar tetap mampu merebut set pertama setelah pengembalian petenis Rusia itu melewati garis belakang lapangan.
Sebelum set kedua dimulai, Jodar sempat meminta jeda medis. Namun, setelah kembali ke lapangan, ia justru tampil semakin meyakinkan dan langsung unggul 2-0.
Jodar kemudian mematahkan servis Medvedev untuk memimpin 4-3 setelah lawannya melakukan kesalahan ganda. Tekanan semakin besar bagi Medvedev ketika ia terjatuh saat berusaha menyelamatkan match point.
Petenis Russia itu sempat memperpanjang pertandingan dengan memenangi satu gim lagi. Namun, Jodar tidak memberikan kesempatan tambahan dan memastikan kemenangan melalui pukulan forehand penentu.
Kemenangan tersebut membuka jalan bagi Jodar untuk memperebutkan gelar terbesar dalam karier profesionalnya.
Sebelumnya, Davidovich Fokina menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Zverev dalam pertarungan tiga set. Petenis Spanyol itu menunjukkan ketangguhan mental, pengembalian bola yang cepat, serta sentuhan drop shot yang menyulitkan unggulan pertama tersebut.
Zverev sempat mengamankan set pembuka dengan skor 7-5. Namun, Davidovich Fokina meningkatkan intensitas permainan pada dua set berikutnya dan berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 6-4, 6-3.
Petenis Spanyol itu mengaku sempat gugup pada awal pertandingan. Meski demikian, ia memilih terus berjuang dan tidak membiarkan kesalahan awal memengaruhi permainannya.
âSaya sedikit gugup,â kata Davidovich Fokina.
âTetapi saya terus melangkah, terus berjuang untuk setiap bola,â ujarnya.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan positif Davidovich Fokina di Tiongkok menjadi sembilan pertandingan beruntun. Sebelumnya, ia berhasil menjuarai turnamen ATP 250 di Chengdu.
Di sisi lain, Zverev mengakui kondisi fisiknya tidak berada dalam keadaan ideal sepanjang turnamen. Petenis Jerman berusia 29 tahun itu mengungkapkan bahwa kelelahan dan masalah kebugaran telah memengaruhi performanya, termasuk gangguan pada pergelangan kaki yang sesekali dirasakannya di Shanghai.
âSaya rasa istirahat memang sangat diperlukan sekarang,â kata Zverev kepada wartawan.
Ia berencana memantau kondisi fisiknya sebelum mengikuti turnamen di Wina yang dijadwalkan dimulai pada 24 Oktober.
âSaya membawa sedikit cedera dan kelelahan ke turnamen ini. Saya bisa menerima kekalahan dari pemain seperti dia hari ini,â ujarnya.
Final Shanghai Masters kini mempertemukan dua petenis Spanyol dengan perjalanan yang berbeda. Davidovich Fokina mengandalkan pengalaman dan ketangguhan untuk menyingkirkan unggulan teratas, sedangkan Jodar datang sebagai bintang muda yang terus melesat setelah mengalahkan mantan nomor satu dunia.
Bagi Davidovich Fokina, final ini menjadi kesempatan melanjutkan momentum positifnya di Tiongkok. Sementara bagi Jodar, partai puncak tersebut merupakan peluang emas untuk mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan baru dalam tenis putra dunia.
Tersingkirnya Zverev dan Medvedev juga memastikan gelar Shanghai Masters akan jatuh ke tangan petenis Spanyol, sekaligus menghadirkan final yang tidak banyak diprediksi sebelum babak semifinal dimulai.
- Alexander Zverev
- Daniil Medvedev
- rafael jodar
- Shanghai Masters
- Alejandro Davidovich Fokina
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Terjun ke Dunia Musik, El Putra Sarira Debut Lagu Perdana 'Memoria'
-
Muhadjir Effendy : Saya Menyesal Saat jadi Mendikbud, Tidak Meningkatkan Kesejahteraan Guru
-
Avengers: Endgame Kembali Tayang dan Langsung Kuasai Box Office Amerika Utara
-
Batik Tak Boleh Hilang, Asita Dorong Jadikan Destinasi Wisata
-
Dirut Bulog: Penyaluran Minyakita Menjangkau Pasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.