• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Susu Kedelai hingga Susu B...

Susu Kedelai hingga Susu Beras, Ini 6 Pilihan Susu Nabati dan Manfaatnya

Minggu, 18 Okt 2026, 02:00 WIB

Jakarta - Susu kedelai merupakan salah satu jenis susu nabati yang memiliki cita rasa lezat dan kaya protein sehingga dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

“Banyak susu nabati relatif rendah protein, tetapi susu kedelai adalah pengecualian,” kata ahli gizi Kelli Morgan, RD, dalam siaran Real Simple pada Jumat (16/10) waktu setempat.

Ket. Foto: Ilustrasi santan kelapa. — Sumber: Antara

Morgan mengatakan susu kedelai umumnya mengandung sekitar tujuh gram protein per sajian, sehingga kandungan nutrisinya lebih mendekati susu sapi dibandingkan dengan banyak jenis susu nabati lainnya.

Protein kedelai juga tergolong protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, sejumlah produk susu kedelai diperkaya dengan kalsium dan vitamin D untuk melengkapi kebutuhan nutrisi.

Menambahkan segelas susu kedelai ke dalam menu harian dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan asupan protein tanpa harus mengubah pola makan secara drastis.

“Saya bisa menggunakannya dalam segala hal, mulai dari smoothie dan oatmeal yang direndam semalaman hingga puding chia dan kopi saya,” kata Morgan.

Saat memilih susu kedelai, Morgan menyarankan konsumen mempertimbangkan produk organik tanpa pemanis tambahan agar dapat menikmati teksturnya tanpa asupan gula berlebih.

Selain susu kedelai, susu nabati atau plant-based milk juga hadir dalam berbagai pilihan, mulai dari susu almond hingga susu beras. Minuman tersebut dapat menjadi alternatif bagi orang yang menjalani pola makan vegan atau memiliki intoleransi laktosa.

Kandungan nutrisi setiap jenis susu nabati berbeda-beda, bergantung pada bahan baku dan proses pengolahannya. Karena itu, konsumen perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan gizi masing-masing.

Berikut enam jenis susu nabati beserta kandungan dan manfaat potensialnya, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, termasuk Boldsky.

1. Susu kedelai

Susu kedelai dibuat dari kacang kedelai dan dikenal sebagai salah satu alternatif susu nabati dengan kandungan protein yang relatif tinggi. Kandungan proteinnya membantu memenuhi kebutuhan tubuh serta mendukung pola makan seimbang.

Susu kedelai juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang tidak dapat mencerna laktosa dalam susu sapi. Sejumlah produk diperkaya dengan kalsium dan vitamin D untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan tulang.

Kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa tumbuhan yang memiliki aktivitas menyerupai estrogen. Namun, efeknya terhadap keseimbangan hormon dapat berbeda pada setiap orang.

Susu kedelai juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung, terutama apabila dipilih sebagai pengganti minuman tinggi lemak jenuh.

2. Susu almond

Susu almond merupakan pilihan populer bagi orang yang menjalani pola makan vegan. Produk tanpa pemanis umumnya relatif rendah kalori dan karbohidrat sehingga dapat menjadi alternatif bagi orang yang membatasi asupan keduanya.

Susu almond secara alami mengandung vitamin E, yaitu antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sejumlah produk juga diperkaya dengan kalsium dan vitamin D.

Kandungan nutrisi susu almond dapat berbeda berdasarkan merek dan proses pembuatannya. Susu almond umumnya memiliki protein lebih rendah dibandingkan susu kedelai, sehingga konsumen yang mengandalkannya sebagai sumber protein perlu memenuhi kebutuhan tersebut dari makanan lain.

Susu almond tanpa pemanis juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang membatasi konsumsi gula. Meski demikian, produk ini tidak cocok bagi orang yang memiliki alergi kacang almond.

3. Susu oat

Susu oat dibuat dari oat yang diolah bersama air. Minuman ini memiliki cita rasa yang cenderung lembut dan sedikit manis sehingga sering digunakan sebagai campuran kopi, sereal, dan smoothie.

Susu oat mengandung serat larut, termasuk beta-glukan, yang juga ditemukan dalam oat. Beta-glukan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Sejumlah produk susu oat diperkaya dengan kalsium dan vitamin D untuk mendukung kesehatan tulang. Namun, kandungan serat dan nutrisi lainnya bergantung pada proses pengolahan serta formulasi produk.

Susu oat juga dapat mengandung karbohidrat lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis susu nabati lain. Orang yang memiliki penyakit celiac atau intoleransi gluten perlu memastikan produk yang dipilih memiliki label bebas gluten karena kemungkinan kontaminasi selama proses produksi.

4. Susu rami

Susu rami atau hemp milk dibuat dari biji tanaman rami (Cannabis sativa). Minuman ini tidak mengandung komponen psikoaktif dalam jumlah yang menimbulkan efek memabukkan seperti yang dikaitkan dengan penggunaan bagian tertentu dari tanaman tersebut.

Susu rami mengandung lemak tak jenuh, termasuk asam lemak omega-3 dan omega-6. Kandungan lemak tersebut dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Meski demikian, kandungan protein susu rami bervariasi berdasarkan produk. Konsumen sebaiknya memeriksa label nutrisi untuk mengetahui jumlah protein, lemak, serta zat gizi lainnya dalam setiap sajian.

5. Susu kelapa

Susu kelapa dibuat dari daging buah kelapa yang diolah dengan air. Produk minuman kelapa yang dijual dalam kemasan umumnya memiliki komposisi berbeda dari santan kental yang digunakan untuk memasak.

Susu kelapa memiliki cita rasa khas dan dapat digunakan sebagai campuran minuman maupun makanan. Namun, kandungan proteinnya relatif rendah, sedangkan sejumlah produk mengandung lemak jenuh cukup tinggi.

Karena itu, konsumen perlu memperhatikan jenis produk dan jumlah yang dikonsumsi. Susu kelapa dapat menjadi bagian dari variasi menu, tetapi tidak selalu menjadi pengganti langsung susu sapi dari segi protein maupun kandungan nutrisi lainnya.

6. Susu beras

Susu beras dibuat dari beras yang diolah bersama air. Minuman ini memiliki rasa relatif manis dan dapat menjadi alternatif bagi orang yang memiliki alergi terhadap sejumlah bahan pangan, seperti kedelai dan kacang-kacangan.

Susu beras umumnya rendah lemak, tetapi kandungan karbohidratnya relatif tinggi dan proteinnya rendah. Oleh karena itu, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan gizi sebelum menjadikannya pengganti utama susu sapi.

Sejumlah produk susu beras diperkaya dengan vitamin dan mineral, termasuk kalsium serta vitamin D. Kandungan tersebut dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi, bergantung pada formulasi produknya.

Pada akhirnya, pemilihan susu nabati sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, pola makan, serta kondisi kesehatan. Konsumen dianjurkan memeriksa label kandungan gizi, terutama jumlah protein, gula tambahan, kalsium, dan vitamin D, sebelum membeli produk.

Dengan memahami perbedaan setiap jenis susu nabati, masyarakat dapat memilih minuman yang sesuai untuk melengkapi pola makan seimbang.

  • Susu Nabati

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.