Pemkab Bekasi Gandeng Kementerian Sosial RI Beri Pelatihan Warga Bentuk Kampung Siaga Bencana

Minggu, 18 Okt 2026, 13:08 WIB

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memberikan pelatihan tanggap darurat kebencanaan kepada warga dengan menggandeng Kementerian Sosial RI serta relawan taruna siaga bencana (Tagana) dalam rangka membentuk kampung siaga bencana secara bertahap dan berkelanjutan.

"Pelatihan ini melibatkan 60 peserta dari unsur masyarakat. Kali ini, kami membentuk kampung siaga bencana di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Minggu (18/10).

Ket. Foto: Kegiatan pelatihan darurat kebencanaan dalam rangka membentuk kampung siaga bencana di area kantor Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Minggu (18/10/2026). — Sumber: ANTARA

Dia mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat menghadapi potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.

Pembentukan kampung siaga bencana merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan warga dalam menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanggulangan bencana agar mampu melakukan tindakan cepat, tepat dan terorganisasi sebelum tiba bantuan dari pihak terkait.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana," ujarnya.

Pembentukan kampung siaga bencana juga bertujuan untuk memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam penanganan bencana, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga koordinasi dengan pemerintah maupun instansi terkait.

"Kami berharap kampung siaga bencana ini menjadi wadah masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama. Dengan adanya koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, relawan serta instansi terkait, penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terarah," katanya.

Kegiatan pelatihan ini mencakup pemberian sejumlah materi meliputi tata cara evakuasi korban bencana, manajemen posko bencana, pengenalan dan pengelolaan dapur umum, manajemen shelter atau tempat pengungsian hingga manajemen logistik bagi korban bencana.

"Pemberian materi disampaikan pemerintah daerah dibantu perwakilan dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial serta dari pengurus relawan Tagana Kabupaten Bekasi," katanya.

Tak hanya teori, seluruh peserta juga menerima praktik langsung berupa tindakan pertama evakuasi korban bencana hingga cara bongkar pasang tenda pengungsian sebagai upaya meningkatkan keterampilan teknis dalam penanganan kondisi darurat.

Alamsyah berharap kegiatan ini mampu membentuk masyarakat kampung yang tangguh, mandiri dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana, sehingga risiko serta dampak yang ditimbulkan mampu diminimalkan.

  • Kementerian Sosial
  • Pemkab Bekasi

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.