Maresca Sebut Manchester City Makin Solid Usai Putusan Kasus Finansial Premier League

Minggu, 18 Okt 2026, 00:07 WIB

MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, menilai polemik pelanggaran aturan finansial Premier League justru membuat hubungan antara pemain, klub, dan suporter semakin erat. Ia menegaskan, tekanan dan sorotan dari luar tidak menambah beban pikirannya dalam mempersiapkan tim menghadapi pertandingan.

Sebuah komisi independen sebelumnya menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan yang diajukan Premier League terkait dugaan pelanggaran aturan finansial. Namun, City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Ket. Foto: Enzo Maresca. — Sumber: Manchester City

Di tengah kontroversi itu, Maresca melihat adanya peningkatan solidaritas di dalam klub. Ia merujuk pada pernyataan bek sekaligus kapten tim, Ruben Dias, yang menilai keberhasilan City justru semakin berarti ketika banyak pihak tidak menginginkan mereka menang.

“Saya kira Ruben Dias mengatakan bahwa orang-orang tidak suka melihat City menang. Itulah sebabnya kami ingin terus menang. Itu pesan yang bagus untuk semua orang,” kata Maresca dalam konferensi pers, Sabtu (17/10).

“Sejak munculnya berbagai polemik, dari sudut pandang pribadi, saya melihat para suporter, klub, dan tim menjadi semakin bersatu. Itu sudah pasti,” lanjutnya.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, Manchester City tidak bisa mengendalikan seluruh pemberitaan dan kontroversi yang berkembang di luar lapangan. Karena itu, ia meminta timnya memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan, yakni performa dan hasil pertandingan.

“Ada banyak polemik di sekitar klub, tetapi kami harus berusaha menciptakan suara kami sendiri. Artinya, menang di Anfield dan berusaha menang besok melawan Ipswich,” ujar Maresca.

“Dengan cara itulah kami bisa menyuarakan respons kami. Ini merupakan bentuk respons yang berbeda. Kami tidak bisa mengendalikan hal-hal lain di luar sana.”

Ia juga menegaskan tidak merasa tertekan oleh situasi yang berkembang di luar klub.

“Saya tidak merasakan tekanan apa pun dari situasi eksternal karena itu bukan sesuatu yang bisa saya kendalikan. Saya hanya fokus pada bagaimana kami bisa berusaha memenangkan pertandingan-pertandingan berikutnya,” katanya.

Manchester City sebelumnya mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield dalam pertandingan pertama mereka setelah putusan kasus finansial tersebut diumumkan. Liverpool harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Namun, kemenangan meyakinkan itu tidak berlanjut pada laga berikutnya. City justru menelan kekalahan 2-4 di kandang sendiri dari Paris Saint-Germain (PSG), juara Liga Champions dua musim beruntun, pada Rabu.

Hasil tersebut menjadi pukulan bagi tim asuhan Maresca. Meski demikian, mereka masih berada di puncak klasemen Premier League dengan catatan enam kemenangan dari enam pertandingan.

City kini berusaha kembali ke jalur kemenangan ketika menjamu Ipswich Town, yang menempati peringkat ke-10, pada Sabtu.

Maresca mengatakan dirinya tidak merasa perlu mencari nasihat dari pihak luar untuk memahami situasi yang tengah dihadapi klub. Ia mengaku telah beberapa kali berdiskusi dengan manajemen Manchester City dan mendapatkan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

“Saya sudah beberapa kali berbicara dengan pihak klub. Mereka menjelaskan situasinya kepada saya sehingga semuanya sangat jelas. Saya memercayai klub 100 persen dan memercayai orang-orang yang menjalankan klub ini,” ujar Maresca.

“Itulah salah satu alasan saya bergabung dengan klub ini.”

Dalam pertandingan melawan PSG, mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, juga hadir menyaksikan langsung pertandingan di Etihad Stadium. Maresca, yang pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola ketika City meraih treble pada 2023, mengaku sempat berbincang dengannya setelah pertandingan.

Maresca kemudian melanjutkan karier kepelatihannya dengan menangani Leicester City dan Chelsea sebelum kembali bekerja di Manchester City.

“Kami berbicara tentang pertandingan, babak pertama dan babak kedua. Dia sangat senang bisa berada di stadion dan memberikan penilaian yang sangat positif mengenai sejumlah hal yang dilihatnya selama pertandingan,” kata Maresca.

Pelatih asal Italia itu menutup dengan menegaskan bahwa Etihad Stadium akan selalu menjadi tempat istimewa bagi Guardiola.

“Ini akan selalu menjadi rumahnya,” ujar Maresca.

Di tengah proses banding kasus finansial yang masih menjadi sorotan, Maresca kini berusaha menjaga fokus Manchester City pada persaingan di lapangan. Baginya, kemenangan dan konsistensi menjadi cara terbaik bagi tim untuk menjawab berbagai polemik yang mengelilingi klub.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.