Kabut Asap Mengancam! Dinkes Aceh Besar Instruksikan Puskesmas Siaga 24 Jam
Sabtu, 17 Okt 2026, 19:20 WIBBANDA ACEH - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar menginstruksikan seluruh puskesmas di daerah itu untuk siaga dan membuka layanan 24 jam guna mengatasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah provinsi di Sumatera.
âSebagai tindak lanjut dari dampak kabut asap yang melanda Aceh Besar, kami sudah melakukan koordinasi dan pemantauan kualitas udara dengan pihak BPBD dan BMKG. Yang paling mendasar kami lakukan adalah untuk jajaran internal, yakni puskesmas,â kata Kadis Kesehatan Aceh Besar Rina Karmila di Lambaro, Sabtu.
Ia menjelaskan Dinkes telah meminta seluruh puskesmas untuk melaporkan peningkatan keluhan batuk, sesak napas, iritasi mata, dan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa)Â akibat dari dampak asap yang melanda Kabupaten Aceh Besar.
âKami telah meminta puskesmas dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar untuk melakukan surveilans tren Ispa, kesiapan layanan, memastikan ketersediaan obat, bahan medis habis pakai (BMHP), oksigen, petugas sesuai kebutuhan,â katanya.
Ia juga meminta puskesmas untuk mengidentifikasi kelompok rentan pasien, seperti bayi, ibu hamil, lansia serta melakukan kunjungan rumah untuk kelompok rentan tersebut.
âMekanisme pelaporan harian yang dilakukan selama periode terdampak oleh puskesmas sangat penting, sehingga Dinas Kesehatan selalu menjadi instansi yang memantau kewaspadaan serta tindak lanjut secara cepat terhadap dampak yang timbul dari kabut asap itu,â katanya.
Menurut dia, apabila dampak kabut asap tersebut semakin meningkat dan kasus gangguan pernapasan melonjak dalam periode tersebut, Dinkes akan mengambil langkah lebih tegas.
âSaat ini upaya yang terus kami lakukan adalah terus memantau kualitas udara dan tren keluhan kesehatan di masyarakat melalui fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh kecamatan,â katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinkes Aceh Besar mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Besar melalui berbagai kanal untuk memakai masker saat keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap tebal dan menutup pintu dan jendela rumah saat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat US$1,75 Miliar pada 2026, Turun 22,37 Persen.
-
Masker Selam HUD yang Menampilkan Data Tepat di Depan Mata
-
Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga 13 Oktober 2026.
-
Kabut Asap Kiriman Ganggu Kesehatan, Johor Malaysia Tutup Seluruh Sekolah
-
Senyum Ceria Pelajar Papua! Satgas Damai Cartenz Bagikan Tas dan Alat Tulis Gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.