Dugaan Adanya Mafia BBM yang Sebabkan Kelangkaan Pertalite di Rote

Sabtu, 17 Okt 2026, 07:20 WIB

KUPANG – Bupati Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Paulus Henuk, menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya pertalite di Kabupaten Rote Ndao diduga akibat adanya permainan dari mafia bahan bakar minyak (BBM) di daerah ini.

“Saya melihat adanya permainan dari mafia. Contoh di Rote Ndao, kita punya jatah pertalite dalam satu tahun itu 5.550.000 liter.Kalau dibagi secara proporsional, mestinya sampai akhir Agustus penyalurannya sudah mencapai 60 persen,” kata Paulus Henuk, di Rote Ndao, Jumat (16/10).

Ket. Foto: Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.   — Sumber: ANTARA

Hal itu disampaikannya berkaitan dengan kelangkaan bahan bakar minyak di daerah itu, yang berujung pada munculnya pengumuman dari Pemkab Rote Ndao soal penutupan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Jumat (16/10), akibat tak ada lagi BBM jenis pertalite.

Dia mengatakan dari jatah 5,5 jutaan liter pertalite itu sampai dengan saat ini capaian jatah pertalite untuk Rote Ndao baru mencapai 49 persen.

Karena itu, dia berharap agar aparat penegak hukum seharusnya bisa menyelidiki dan menindak para mafia BBM yang menyusahkan masyarakat di Rote Ndao.

“Tetapi kami berharap agar oknum-oknum aparat penegak hukum tidak terlibat dalam jaringan mafia juga di sini,” ujar dia lagi.

Dalam waktu dekat Paulus Henuk mengatakan akan menyurati Presiden Prabowo agar di tingkat nasional harus ada satgas nasional yang mengurusi mafia BBM.

Presiden, ujar dia, telah membentuk satgas untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena itu satgas untuk mafia BBM juga perlu dibentuk.

“Saya sudah sampaikan ke provinsi untuk membentuk satgas tersebut. Kami di Rote Ndao sudah membentuk satgas mafia BBM.” ujar dia pula.

Hal itu penting agar jatah alokasi BBM di setiap kabupaten di NTT untuk mendapatkan BBM subsidi berbagai jenis sesuai dengan jatah yang ditentukan.

“Saya mau sampaikan kepada para pihak yang diduga terlibat mafia BBM agar segera bertobat. Bertobat bersihkan diri, Pak Presiden juga selalu menyerukan itu,” kata dia.

Untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM dan membatasi gerak para mafia BBM, Paulus mengatakan SK BBM sudah ada untuk memperlancar penyaluran BBM.

“Senin nanti kita sudah pantau. Jadi kami ingin agar kapal-kapal pengangkut BBM dari Kupang sebelum sampai Rote kami sudah harus dapat manifestnya. Di Manifest itu bisa terlihat berapa biosolar, berapa pertalite, solar dan lainnya, dan kapal itu mengangkut untuk SPBU yang mana,” ujar dia lagi.

Satgas yang sudah dibentuk akan turun memantau di SPBU untuk memastikan penyalurannya sesuai dan tidak boleh ada penyalahgunaan.

Pasalnya beberapa waktu lalu beberapa media membongkar adanya kendaraan tangki BBM yang bukannya menyalurkan ke SPBU, tetapi justru ke rumah orang.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.