PU Kebut Perbaiki Alur Sungai Batang Baliang di Solok, Sudah 780 Meter Beres
Jumat, 16 Okt 2026, 10:46 WIBSOLOK - Banjir bandang yang menghantam Kabupaten Solok sebulan lalu masih terus ditangani. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini kebut perbaikan alur Sungai Batang Baliang.
Sampai Kamis (15/10/2026), sudah 780 meter alur sungai yang diperbaiki dari total target 1.900 meter. Artinya, pengerjaan sudah berjalan hampir separuh jalan.
Banjir bandang itu terjadi pada 21 September 2026 lalu, menerjang aliran Sungai Batang Baliang di Sub-DAS Lembang, Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman.
Fokusnya: Lancarkan Aliran, Cegah Banjir Susulan
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pembersihan alur sungai jadi kunci supaya banjir susulan tidak terulang.
"Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Sumber Daya Air melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan," kata Dody.
Di lapangan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang mengerahkan alat berat untuk membereskan alur di bagian hulu sekaligus membersihkan material yang menumpuk di permukiman warga.
Alat yang diturunkan tidak sedikit:
- 5 unit excavator
- 2 unit excavator breaker untuk memecah batu
- 5 unit dump truck untuk mengangkut material ke tempat pembuangan
Pekerjaannya meliputi pelebaran galian alur sungai, pemecahan batu besar, hingga pemindahan material yang menyumbat aliran. Tim juga membuka akses alat berat menuju hulu di segmen pertama.
Selain itu, ada pekerjaan perapian dan pemadatan tanah di area pemasangan geobag. Untuk ini, dikerahkan 1 unit excavator dan 2 pekerja harian yang bertugas mengisi geobag. Satu excavator lainnya dipakai untuk meratakan area pembuangan material.
Tidak Hanya Darurat, Tapi Juga Jangka Panjang
PU tidak hanya berhenti di penanganan darurat. Ke depan, sudah disiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi agar Sungai Batang Baliang lebih tahan terhadap ancaman aliran debris dan banjir bandang.
Rencananya, akan dibangun 2 unit sabo dam di Sungai Aie Baliang. Fungsinya untuk menahan aliran debris, memperlambat laju air, sekaligus menjaga stabilitas dasar dan tebing sungai.
Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah soal penataan kawasan sempadan sungai yang rawan terdampak banjir.
Tujuannya satu: fungsi sungai cepat pulih, aktivitas warga kembali normal, dan risiko terhadap masyarakat serta fasilitas publik bisa ditekan seminimal mungkin.
- Sumatra Barat
- Kementerian PU
- Infrastruktur Penanganan Banjir
- Banjir Bandang Solok
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kejari Bukittinggi Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi Pasar Atas ke Penuntutan
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Kementerian PU Kebut Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
812 Pelajar Kurang Mampu di Kendari Dapat Bantuan Pendidikan, Anggaran Capai Rp1,19 Miliar
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Manchester City Melawan, Bantah Bersalah Dakwaan Premier League
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.