Manchester City Terus Melaju, Kasus Finansial Bayangi Perburuan Gelar Liga Inggris

Jumat, 16 Okt 2026, 07:00 WIB

MANCHESTER — Manchester City berusaha mempertahankan start sempurna di Liga Inggris saat menjamu Ipswich Town, Sabtu (17/10), di tengah ketidakpastian mengenai sanksi atas dugaan pelanggaran aturan finansial yang masih membayangi klub pemuncak klasemen tersebut.

Tim asuhan Enzo Maresca memenangi enam pertandingan pertama liga musim ini dan unggul tiga poin atas Arsenal. Performa mereka di lapangan berjalan impresif, tetapi persoalan hukum yang berpotensi memengaruhi masa depan klub masih belum menemukan penyelesaian.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Manchester City. — Sumber: Manchester City

Sebuah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League. City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Situasi itu sejauh ini tidak banyak mengganggu perjalanan City di kompetisi domestik. Mereka bahkan mempertegas kekuatan dengan kemenangan 3-0 atas Liverpool yang bermain dengan 10 pemain pada Minggu lalu.

Namun, City baru saja menelan kekalahan 2-4 dari juara bertahan Liga Champions, Paris Saint-Germain, di kandang sendiri pada Rabu. Mereka kini kembali ke Stadion Etihad untuk menghadapi Ipswich, yang berada di peringkat ke-10 dengan sembilan poin.

Mantan bek Manchester United, Gary Neville, menilai ketidakjelasan mengenai hukuman yang mungkin dijatuhkan kepada City telah memicu kekecewaan di kalangan klub dan penggemar sepak bola Inggris.

Menurut Neville, keberhasilan City terus meraih kemenangan membuat situasi tersebut semakin rumit karena belum ada kepastian mengenai konsekuensi dari kasus finansial yang menjerat mereka.

“Ini tidak bagus untuk Premier League. Ini benar-benar buruk bagi Premier League dan situasi ini akan terus berlanjut selama beberapa bulan,” kata Neville kepada Sky Sports.

“Di berbagai penjuru negeri, banyak orang merasa kesal melihat tim ini terus memenangi pertandingan. Akibatnya, kemenangan mereka tidak bisa dinikmati dengan cara yang sama.”

Arsenal menjadi pesaing terdekat City dalam perburuan gelar. Setelah menghancurkan Lille dengan skor 3-0 di Liga Champions pada hari Selasa, tim London tersebut kini mengalihkan perhatian ke pertandingan tandang melawan Nottingham Forest, Minggu.

Arsenal menempati posisi kedua dengan 15 poin. Mereka harus menjaga konsistensi apabila tidak ingin tertinggal lebih jauh dari City yang telah mengumpulkan 18 poin.

Kehilangan poin berpotensi memberi City kesempatan untuk memperlebar jarak pada fase awal musim. Sebaliknya, Nottingham Forest yang berada di peringkat ke-15 dengan lima poin bertekad memperbaiki posisinya.

Persaingan di papan atas pun semakin menarik karena City berusaha menjaga keunggulan, sementara Arsenal tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan.

Liverpool datang ke pertandingan melawan Brentford, Sabtu, dengan modal kemenangan besar di Liga Champions. The Reds menaklukkan LASK dengan skor 6-3 di Austria pada Rabu.

Sorotan utama tertuju kepada Bradley Barcola yang mencetak hattrick pertamanya untuk Liverpool. Penyerang asal Prancis itu sebelumnya belum mampu mencetak gol dalam enam penampilan pertamanya bersama klub.

Barcola mengakhiri paceklik tersebut dengan dua gol pada babak pertama sebelum melengkapi trigolnya selepas jeda. Kemenangan itu sekaligus membawa Liverpool meraih dua kemenangan dari dua pertandingan di Liga Champions.

Hasil tersebut menjadi respons penting setelah Liverpool dipermalukan Manchester City di kandang sendiri empat hari sebelumnya.

Meski demikian, performa Liverpool di kompetisi domestik masih belum meyakinkan. Mereka berada di peringkat kesembilan dengan sembilan poin dan akan menghadapi Brentford yang menempati posisi keempat, unggul satu poin dari The Reds.

Pertandingan tersebut menjadi ujian penting untuk melihat apakah kemenangan dramatis di Eropa benar-benar mampu mengangkat performa Liverpool di liga.

Situasi Manchester United bahkan lebih mengkhawatirkan. Tim asuhan Michael Carrick akan bertandang ke Elland Road untuk menghadapi rival lamanya, Leeds United, pada Minggu.

United baru mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan dan menempati peringkat ke-13. Mereka sudah tertinggal 12 poin dari Manchester City, setelah mencatatkan awal musim terburuk dalam 40 tahun.

Kondisi tersebut semakin sulit setelah United kalah 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions pada Selasa.

Laga melawan Leeds pun menjadi kesempatan penting bagi United untuk menghidupkan kembali kampanye mereka. Namun, tuan rumah justru mengawali musim dengan lebih baik dan berada di peringkat ketujuh dengan sembilan poin.

Pertemuan kedua tim juga memiliki dimensi tersendiri karena rivalitas panjang mereka, sehingga tekanan terhadap United tidak hanya berkaitan dengan posisi di klasemen.

Sementara persaingan di papan atas semakin ketat, tiga tim masih mencari kemenangan perdana mereka musim ini.

Fulham, yang menghuni dasar klasemen, akan menjamu Hull City pada Sabtu. Bournemouth dijadwalkan menghadapi Sunderland pada Minggu, sedangkan Tottenham Hotspur akan bermain di kandang melawan Coventry City pada Senin.

Rangkaian pertandingan akhir pekan ini menjadi kesempatan bagi sejumlah tim untuk memperbaiki posisi sekaligus menentukan arah perjalanan mereka pada fase awal kompetisi.

Manchester City berusaha menjaga keunggulan di tengah bayang-bayang kasus finansial, Arsenal berupaya terus menempel, sementara Liverpool dan Manchester United mencari jalan keluar dari situasi yang berbeda.

Hasil pertandingan akhir pekan ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kemampuan para klub besar Inggris dalam menghadapi tekanan dan menjaga konsistensi sepanjang musim.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.