Khofifah Dorong Petani Dapat Manfaat Lebih Besar dari Hasil Panen.
Jumat, 16 Okt 2026, 14:27 WIBGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong hilirisasi sektor pangan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Jawa Timur (Jatim) pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2026.
âPetani perlu mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil kerja kerasnya. Karena itu, peningkatan produksi harus kita hubungkan dengan kepastian pasar, penguatan posisi tawar, dan kesempatan mengembangkan nilai tambah,â ujar Khofifah di Surabaya, Jumat.Â
Ia mengatakan penguatan sektor pangan tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga perlu mencakup penanganan pascapanen, pengolahan, hingga pemasaran.
Upaya tersebut penting agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan memberikan manfaat lebih besar bagi petani.
Menurut dia, perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan pangan yang terus berkembang menuntut inovasi di sepanjang rantai usaha pangan.
Pemanfaatan teknologi pertanian, efisiensi pengelolaan air, serta penguatan akses informasi pasar juga diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya usaha.
Produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap produksi nasional.
Sementara itu, potensi produksi padi pada periode Januari hingga November 2026 diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG.
Selain padi, sektor pangan Jawa Timur ditopang komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan. Keragaman tersebut menjadi modal untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
âMelalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,â katanya.
Khofifah menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan infrastruktur irigasi, hilirisasi produk, pengembangan korporasi pertanian, serta regenerasi petani.
Hilirisasi diharapkan membuka peluang bagi petani, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki daya saing.
Dengan demikian, hasil produksi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat menghasilkan nilai tambah.
Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga lahan produktif dan menggunakan sumber daya alam secara bijak.
Ia mengajak masyarakat mengonsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman serta mengurangi pemborosan makanan demi menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.
- Khofifah dorong kesejahteraan petani
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.